Eyde Tusewijaya, Kasubbag TU Muda dan Inovatif

Oleh : Gema Viirgana, S.H. (Penyusun Berita dan Pendapat Umum) Kemenag Pangkalpinang

 

Muda, tampan, cerdas dan enerjik, itulah kesan pertama yang akan didapatkan orang ketika bertemu pertama kali dengan Eyde Tusewijaya, S.E., M.M., Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang.

Namun siapa yang menyangka, di usia yang masih relatif muda (40 tahun), pria kelahiran Seri Bandung, 25 April 1979 tersebut telah memiliki segudang pengalaman kerja dan menempuh karier di berbagai seksi dan bidang di Kementerian Agama, mulai dari seksi yang berhubungan dengan pendidikan agama dan keagamaan, hingga yang berhubungan dengan administrasi kepegawaian dan tata laksana organisasi pemerintah.

Sehingga tak heran apabila di semua bagian atau seksi yang pernah disinggahinya, beliau banyak melakukan inovasi-inovasi yang membuat seksi tersebut menjadi semakin maju dan berkembang.

Beliau mengawali karier sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dalam usia yang masih sangat muda, yaitu 22 tahun,dengan kondisi fisik dan mental yang masih prima, membuat Eyde Tusewijaya mampu beradaptasi dan memahami pola kerja yang diterapkan secara cepat dan brilian.

Saat itu, bulan Januari Tahun 2003, Eyde diangkat sebagai CPNS di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai staf pada Seksi Pendidikan Keagamaan dan Salafiyah, Bidang Pendidikan Keagamaan dan Pondok Pesantren, dari formasi SMA setelah lulus tes dengan nilai yang cukup baik mengungguli pelamar-pelamar lainnya.

“Waktu itu, merupakan masa-masa awal berdirinya Kanwil Kemenag Babel, dimana pada saat itu, Kantor pun masih menumpang di gedung MTsN 1 Pangkalpinang, ” kenang Eyde.

Dikatakan Eyde, saat itu tugas awalnya di seksi tersebut adalah melakukan pendataan terkait administrasi dan kurikulum pada Pondok Pesantren di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Atasan kami saat itu, Drs. H. Paidi banyak memberikan bimbingan dalam bidang pendidikan agama dan keagamaan, sehingga kami pun menjadi paham dan menguasai seluk-beluk hal tersebut,” tutur Eyde.

Dikisahkannya, pada saat awal bertugas sebagai staf di Kanwil Kemenag Babel tersebut, dirinya sedang menempuh pendidikan Strata 1 di salah satu Perguruan Tinggi di Kota Palembang. Mengingat jauhnya jarak tempat tugas dengan tempat kuliah tersebut, akhirnya ia pun memindahkan studinya ke Perguruan Tinggi Bangka Jurusan Ekonomi dan berhasil lulus dengan nilai yang sangat memuaskan pada tahun 2008.

Setelah menyelesaikan proses penyesuaian ijazah dan menjalankan tugas selama kurang lebih 7 tahun sebagai staf di Seksi Pendidikan Keagamaan dan Salafiyah, Bidang Pendidikan Keagamaan dan Pondok Pesantren, akhirnya pada tahun 2010 Eyde pun dipindahkan menjadi staf di Sub Bagian Organisasi, Tata Laksana dan Kepegawaian, Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag babel.

“Pada tahun tersebut juga kami memberanikan diri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, yaitu Strata 2 jurusan Menejemen di Pasca Sarjana Pertiba Pangkalpinang,” jelas Eyde.

Beliau pun berhasil lulus S2 dengan spektakuler dalam waktu yang relatif singkat, yaitu dalam kurun waktu hanya 1,5 tahun.

“Menjelang perubahan struktur organisasi dan tata laksana Kementerian Agama, pada awal Januari tahun 2013, kami pun di promosikan untuk naik jabatan, menjadi Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Tengah,” kata Eyde.

Menduduki jabatan baru dalam bidang yang belum pernah digeluti sebelumnya (PHU), membuat Eyde banyak belajar dan berfikir keras untuk melakukan berbagai inovasi guna perbaikan Seksi yang menjadi tanggung jawabnya ke arah yang lebih baik.

Dijelaskannya, ada beberapa inovasi yang dilakukannya dalam jabatan sebagai Kasi PHu tersebut, antara lain :

  • Perbaikan pengelolaan administrasi keuangan dan pertanggungjawabannya sehingga menjadi lebih rapi dan rinci sesuai dengan aturan yang berlaku.
  • Mengubah mindset dan budaya kerja pegawai (stafnya) sehingga menjadi lebih disiplin dan paham terhadap tertib administrasi sesuai regulasi.
  • Tertatanya proses pelayanan haji, mulai dari pendaftaran, pemberangkatan hingga pemulangan.

Melihat kinerja yang luar biasa dan beragam inovasi serta prestasi yang telah ditorehkannya di Seksi PHU, pada bulan Oktober tahun 2014 Eyde pun dipromosikan menjadi Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kemenag Kabupaten Bangka Tengah.

Pengalaman saat bertugas di Subbag Ortala dan Kepegawaian Kanwil Kemenag Babel menjadi modal dasar Eyde untuk melakukan pembenahan-pembenahan di Subbag Tata Usaha.

Berbagai perubahan ke arah yang lebih baik pun terlihat nyata sejak Eyde menjabat sebagai Kasubbag TU, antara lain : Aktifnya Tim Reformasi Birokrasi, Zona Integritas, dan Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP).

“Pada waktu itu, kami pun banyak menyelesaikan berbagai masalah kepegawaian dan menindaklanjuti pengaduan masyarakat yang masuk, sehingga penerapan PP.53 tentang Disiplin PNS, benar-benar berjalan dengan baik,” aku Eyde.

Setelah sekitar 3 tahun menduduki jabatan sebagai Kasubbag TU di Kemenag Bangka Tengah tersebut, akhirnya pada bulan Oktober tahun 2017, Eyde pun dipindahkan menjadi Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren pada Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, yang merupakan Ibukota dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kembali, pengalaman panjang dari awal CPNS hingga 7 tahun di bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, menjadi pondasi awal bagi Eyde untuk mendirikan bangunan kokoh perubahan pada Seksi tersebut.

Secara nyata terlihat, ada berbagai perubahan yang terjadi dalam struktur administrasi pada Seksi Pendin Pontren Kemenag Pangkalpinang, antara lain : pengajuan izin operasional dan statistik TPA/TPQ ditertibkan sesuai administrasi, penerbitan izin operasional melalui mekanisme yang benar dengan studi lapangan langsung, serta pelaksanaan munaqosah santri TPA /TPQ pun dilaksanakan secara terstruktur dan sistematis, lengkap dengan penerbitan buku panduan materi yang bisa dipelajari dengan mudah oleh para santri.

“Pelaksanaan munaqosah santri TPA/TPQ pada tahun 2018 bisa dikatakan merupakan pelaksanaan munaqosah ter-sukses sepanjang sejarah pelaksanaan munaqosah di Kemenag Pangkalpinang, dengan jumlah keikutsertaan santri yang cukup besar, mencapai hampir 900 orang,” terang Eyde.

Pada saat itu, beliau juga sukses melakukan gebrakan dan berhasil mewujudkan penambahan Madrasah Diniyah pada salah satu Pondok Pesantren di wilayah Kota Pangkalpinang, sehingga apabila tidak meneruskan pendidikan di Pondok Pesantren, para santri bisa meneruskan pendidikannya ke jenjang pendidikan formal yang lebih tinggi.

Dengan berbagai gebrakan dan inovasi tersebut, akhirnya Eyde pun dinobatkan sebagai salah satu Agen Perubahan Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang untuk periode tahun 2018.

Akhirnya, dengan segudang pengalaman dan kiprahnya di dunia Pendidikan Agama dan Keagamaan tersebut, pada Januari Tahun 2019, Eyde pun diberikan amanah untuk menjadi Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kemenag Kota Pangkalpinang.

Di bawah kepemimpinannya, melanjutkan kepemimpinan H. Iwan Setiawan (Kasubbag TU sebelumnya), kinerja Subbag Tata Usaha Kemenag Pangkalpinang menjadi semakin baik dan maju, baik dari segi administrasi persuratan maupun tata laksana organisasi.

Bahkan di masa kepemimpinan Eyde, Subbag Tata Usaha Kemenag Pangkalpinang sukses meresmikan ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dimana dengan adanya ruang tersebut, pelayanan terhadap masyarakat dapat dilakukan dalam satu ruangan dengan didasarkan pada Standar Operasional Prosedur (SOP), serta dengan jangka waktu pelayanan yang jelas dan pengelolaannya juga mengacu kepada standar mutu pelayanan prima. Sehingga Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap pelayanan di Kantor Kemenag Kota Pangkalpinang semakin hari pun semakin meningkat. (gaga/01)

 

Nama : Eyde Tusewijaya, S.E., M.M.

Tempat/Tanggal Lahir : Seri Bandung, 25 April 1979

Pendidikan :

  • SDN 1 Seri Bandung, Lulus Tahun 1991
  • SMP PGRI Seri Bandung, Lulus Tahun 1994
  • SMU YAA Seri Bandung, Lulus Tahun 1997
  • S1 Ekonomi Pertiba Pangkalpinang, Lulus Tahun 2008
  • S2 Menejemen Pertiba Pangkalpinang, Lulus Tahun 2011

Istri : Dewi Rosaria Indah, S.P., M.H.

Anak :

  1. Faqii Brian Wijaya
  2. Raja Ramanza Wijaya
  3. Ratu Feminda Wijaya

Motto Hidup : Hari Ini Harus Lebih Baik Daripada Hari Kemarin.

 

 

Berita Terbaru

Opini

Senin , 10 Agustus 2020 | 16:01:11

MODEL-PEMBELAJARAN-CONTEXTUAL-THEACING-LEARNING-CTL


Jumat , 13 Desember 2019 | 08:36:16

Eyde-Tusewijaya-Kasubbag-TU-Muda-dan-Inovatif


Rabu , 27 November 2019 | 08:09:23

H-Abdul-Rohim-Kepala-Kantor-Kemenag-yang-Dicintai-Masyarakat


Rabu , 16 Oktober 2019 | 12:40:11

ANTINOMI-REGULASI-STATUS-PERKAWINAN


Selasa , 24 September 2019 | 11:28:41

PPKB-GPAI-DIAGNOSA-GURU-AGAMA


Rabu , 18 September 2019 | 11:48:07

Madrasah-untuk-Kita-Semua


Senin , 09 September 2019 | 10:01:01

MEMELUK-RINDU


Sabtu , 10 Agustus 2019 | 17:06:22

Rukun-dan-Wajib-Haji-dimulai-hari-ini


Rabu , 10 Juli 2019 | 09:37:24

Dampak-Positif-dan-Negatif-Penggunaan-Gadged-Bagi-Penggunanya


Senin , 27 Mei 2019 | 22:09:29

MANFAAT-IBADAH-PUASA-DALAM-KEHIDUPAN-MANUSIA-Oleh-Farid-Wajdi-SAg