H. Abdul Rohim, Kepala Kantor Kemenag yang Dicintai Masyarakat


Keterangan Foto : H. Abdul Rohim

Oleh : Gema Virgana, S.H.

(Penyusun Berita dan Pendapat Umum pada Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang)

 

Mengawali karier Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada usia 26 tahun sebagai staf Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lepar Pongok, yang merupakan salah satu pulau terluar di wilayah Pulau Bangka, menempa mental dan kepribadian Abdul Rohim muda menjadi lebih kuat dan mandiri.

Di usia yang relatif muda tersebut, beliau harus berjibaku menjalankan tugas memberikan pelayanan kepada masyarakat wilayah Pulau Lepar dan sekitarnya, di tengah minimnya sarana dan prasarana yang ada saat itu.

“Saat itu saya dengan Kepala KUA, Bapak Maulana Nasoha, harus bergantian setiap dua minggu sekali untuk menginap di kantor KUA yang berada di wilayah perbukitan tersebut. Untuk makan sehari-hari, tak jarang kami harus mencari lauk sendiri dengan cara berburu ataupun memanah ikan. Sehingga bisa dikatakan, selama tinggal di pulau tersebut, hidup saya penuh dengan petualangan,” kisah Rohim.

Setelah satu tahun tiga bulan menjalankan tugas di KUA Kecamatan Lepar pongok, Rohim pun dipindahkan ke KUA Kecamatan Toboali sebagai staf pada bulan Juni tahun 2000.

“Ketika menjadi staf di KUA Kecamatan Toboali tersebut, saya mulai aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial keagamaan di masyarakat, seperti mengisi ceramah dan berbaur dengan para tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam setiap kegiatan,” cerita Rohim.

Hal tersebut bukanlah perkara sulit bagi Rohim, walaupun dengan usia yang masih relatif muda, dengan didikan dari orangtuanya yang memang seorang Ulama Besar di Kota Kelahirannya, Kota Palembang dan pengalamannya yang memang seorang aktivis organisasi sejak remaja, membuat Rohim mampu dan tak canggung untuk tampil di tengah-tengah masyarakat.

“Ketika menjadi staf di KUA Kecamatan Toboali itu juga, saya banyak belajar tentang menejemen pengelolaan KUA dari atasan saya saat itu, Drs.H. Hamdan, yang merupakan Kepala KUA teladan se-Provinsi Sumbagsel,” kenang Rohim.

Melihat kiprahnya yang luar biasa di tengah-tengah masyarakat, pada bulan Juni tahun 2001, Abdul Rohim pun mendapat promosi jabatan, menjadi Kepala KUA Kecamatan Kelapa. Dengan usia yang baru menginjak 27 tahun saat itu, beliau pun dinobatkan menjadi Kepala KUA termuda untuk seluruh wilayah Indonesia.

Di Kecamatan Kelapa tersebut, beliau pun melakukan berbagai macam inovasi guna meningkatkan citra KUA, salah satunya dengan mengadakan perbaikan sarana dan prasarana KUA, serta memberikan seragam kepada 28 orang P3N di wilayah Kecamatan Kelapa.

Tak hanya itu, sama seperti di tempat tugas sebelumnya, saat bertugas di KUA Kecamatan Kelapa, Abdul Rohim pun aktif dalam seluruh kegiatan-kegatan sosial keagamaan, sehingga saat itu, beliau benar-benar menjadi salah satu tokoh sentral yang dicintai masyarakat.

“Pada saat saya dipindahkan ke KUA Kecamatan Jebus, masyarakat Kecamatan Kelapa bahkan mengadakan acara perpisahan secara besar-besaran dengan dana swadaya mereka sendiri,” kata Rohim.

Pada bulan April tahun 2003, Abdul Rohim pun pindah menjadi Kepala KUA Kecamatan Jebus. Di KUA yang baru tersebut, jiwa dan mental Rohim pun kembali diuji.

“Saat saya baru pindah, kondisi sarana dan prasarana KUA Kecamatan Jebus sangatlah minim, dan WC yang ada di Kantor tersebut, jauh dari kata layak untuk digunakan. Bahkan rumah dinas Kepala KUA pun berdiri dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, dengan lantai semen kasar, dinding papan rapuh dan atap daun rumbia,” cerita Rohim.

Mendapati hal tersebut, Rohim pun tak patah arang, semangat dan mental yang telah teruji sejak kecil membuatnya bersemangat untuk mengadakan perubahan-perubahan di KUA Kecamatan Jebus.

“Dengan bantuan dua orang staf, kami pun mulai mengadakan perbaikan-perbaikan kecil di gedung KUA tersebut hingga layak untuk digunakan,” katanya.

Untuk Rumah Dinas Kepala KUA sendiri, lanjut Rohim, beliau pun memberanikan diri untuk menyambangi bos-bos Tambang Inkonvensional yang ada di wilayah tersebut untuk meminta bantuan perbaikan rumah dinas.

“Saya katakan pada saat itu, alangkah malunya Kecamatan Jebus dengan warganya yang mayoritas hidup berkecukupan dari hasil tambang timah, namun rumah dinas Kepala KUA nya tidak layak huni dan hampir rubuh,” kisahnya.

Mendapati hal tersebut, bos-bos tambang yang ada di wilayah Jebus pun terenyuh. Mereka pun berduyun-duyun mengumpulkan sumbangan berupa semen, bata dan bahan bangunan lainnya untuk pembangunan rumah dinas tersebut. Dan akhirnya rumah dinas Kepala KUA Kecamatan Jebus pun dapat berdiri secara permanen, lengkap dengan lantai keramiknya.

Rumah Dina situ pun akhirnya diresmikan oleh Gubernur Babel saat itu, H. Hudarni Rani bersamaan dengan saat terpilihnya Abdul Rohim sebagai Kepala KUA teladan peringkat 4 Nasional pada tahun itu.

Saat menjadi Kepala KUA Kecamatan Jebus itu pun, suami dari Sastra Sariyanti itu pun mendapatkan satu kenangan manis yang tidak akan pernah bisa terlupakan seumur hidupnya.

“Saat itu pada tahun 2005, sebagai Kepala KUA, saya pun mendampingi 22 orang jemaah haji dari Kecamatan Jebus dalam manasik dan pengurusan berkas-berkas kelengkapannya,” ingat Rohim.

Saat pendampingan tersebut, terbersit ide dari para jemaah haji yang saya damping, ‘kenapa Paka Rohim tidak ikut mendampingi kami saja, langsung ke tanah suci’.

“Saya katakan pada mereka dengan jujur saat itu, bahwa untuk menunaikan ibadah haji, saya belum mempunyai biaya. Namun mereka pun mengatakan, untuk urusan biaya tidak usah dipikirkan, mereka bisa mencukupinya,” Rohim mengingat kisah pada saat itu.

Akhirnya, dengan bantuan swadaya masyarakat yang akan berangkat haji pada tahun itu, terkumpullah biaya ONH untuk keberangkatan Abdul Rohim.

Dilanjutkannya, masalah pun tak selesai sampai situ saja. Pada saat itu, nama-nama jemaah haji yang akan diberangkatkan pada tahun itu sudah fix dan tidak bisa diganggu gugat lagi.

“Mendapai kenyataan itu, akhirnya kami pun memberanikan diri menghadap Kabid Haji Kanwil Kemenag Babel saat itu, Dr.H. A. Ghofar Mahfudz, dan beliau pun menyarankan kami untuk menghadap Bupati agar bisa diberangkatkan lewat jalur Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD),’ sambung Rohim.

Lalu, lanjut Rohim, kami pun menghadap Bupati dan mengajukan permohonan agar bisa diberangkatkan lewat TPHD, namun dengan biaya sendiri, bukan dari APBD. Alhamdulillah beliau pun menyetujui permohonan kami dan akhirnya kami pun bisa berangkat menunaikan ibadah haji mendampingi 22 orang jemaah haji asal Kecamatan Jebus.

“Saat itu juga, ada berbagai inovasi yang kami lakukan saat menjabat sebagai Kepala KUA Kecamatan Jebus, antara lain : menghidupkan Badan Amil Zakat dan menghidupkan kegiatan-kegiatan keagamaan,” terang Rohim.

Setelah 5 tahun menjabat sebagai Kepala KUA Kecamatan Jebus, akhirnya pada tahun 2008, Rohim pun dipindahkan menjadi Kepala KUA Kecamatan Mentok, yang merupakan Ibukota Kabupaten Bangka Barat.

Pada tahun 2013, setelah 5 tahun menjabat sebagai Kepala KUA Kecamatan Mentok, dengan kiprah dan prestasi yang begitu luar biasa yang telah ditorehkannya, Abdul Rohim pun diangkat sebagai Kepala Seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Barat.

Saat menjabat sebagai Kasi Bimas Islam tersebut, beliau pun banyak melakukan inovasi-inovasi, salah satunya dengan memperbaiki sarana dan prasarana KUA. Dan beliau pun sukses membangun gedung KUA Kecamatan Parit Tiga yang akhirnya menjadi gedung KUA terbaik yang menjadi percontohan untuk wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Melihat prestasinya yang gemilang dan kedekatannya dengan masyarakat dan unsur Muspida Kabupaten Bangka Barat, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pun akhirnya mengangkat Abdul Rohim menjadi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Barat pada tahun 2016.

Dalam jabatannya sebagai Kepala Kantor Kemenag tersebut, Abdul Rohim pun semakin intens melakukan pendekatan dengan Pemerintah Daerah dan masyarakat, baik dalam urusan kegiatan sosial keagamaan maupun urusan pembangungan lainnya, sehingga nama Abdul Rohim pun semakin harum dan dikenal di wilayah Kabupaten Bangka Barat.

“Pada saat itu, bahkan kami sebagai Kepala Kantor Kemenag, mendapatkan mobil dinas khusus dari Bupati yang dipergunakan untuk operasional dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya untuk hal-hal yang berkaitan dengan urusan agama dan keagamaan,” tukas Rohim.

Setelah hampir dua tahun menjabat sebagai Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bangka Barat,  akhirnya pada Bulan September tahun 2018, beliau pun didaulat menjadi Kepala Kantor Kemenag Kota Pangkalpinang, yang merupakan Ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Pada saat acara perpisahan dengan H. Abdul Rohim, hampir seluruh unsur Muspida dan masyarakat sedih, bahkan banyak tokoh masyarakat dan tokoh agama yang ikut mengantarkan kepindahan Rohim ke kediaman barunya, Rumah Dinas Kepala Kantor Kemenag Kota Pangkalpinang di Kecamatan Gabek, Kota Pangkalpinang.

Salah seorang pengantar dari Kabupaten Bangka Barat yang bernama Fajri, bahkan sempat mengungkapkan kesedihan yang mendalam atas kepindahan Rohim tersebut. Di mata Fajri dan sebagian besar masyarakat Bangka Barat, Rohim merupakan sosok teladan pemersatu umat yang dekat dengan masyarakat.

“Setiap ada konflik di masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan hal keagamaan di Kabupaten Bangka Barat, selalu dapat diselesaikan dengan baik oleh H. Rohim. Beliau selalu bisa menyelesaikan masalah dengan menghadirkan solusi yang menyejukkan dan melegakan semua pihak,” tutur Fajri.

Dalam kiprahnya di Kota Pangkalpinang sendiri, baru beberapa bulan menjabat, H. Rohim sudah cukup dikenal,  baik oleh unsur Muspida, maupun masyarakat. Beliau selalu hadir dalam setiap kegiatan keagamaan yang dilaksanakan dan senantiasa menjalin sinergi yang baik dengan Pemerintah Daerah dalam berbagai hal.

Kedekatan Rohim dengan Pemerintah Kota Pangkalpinang tersebut telah dibuktikan dengan disetujuinya proses hibah tanah tempat berdirinya Kantor Kemenag Kota Pangkalpinang yang merupakan asset milik Pemkot Pangkalpinang, kepada Kementerian Agama pada bulan Juli 2019 yang lalu.

Taak hanya itu, dibawah kepemimpinan Rohim pun, Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang menjadi semakin unggul. Dengan jargonnya menjadikan “Kemenag Pangkalpinang sebagai Etalase-nya Kementerian Agama di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung”, Beliau telah berhasil membawa Kemenag Kota Pangkalpinang meraih berbagai prestasi dan penghargaan. (gaga/01)

Berita Terbaru

Opini

Senin , 10 Agustus 2020 | 16:01:11

MODEL-PEMBELAJARAN-CONTEXTUAL-THEACING-LEARNING-CTL


Jumat , 13 Desember 2019 | 08:36:16

Eyde-Tusewijaya-Kasubbag-TU-Muda-dan-Inovatif


Rabu , 27 November 2019 | 08:09:23

H-Abdul-Rohim-Kepala-Kantor-Kemenag-yang-Dicintai-Masyarakat


Rabu , 16 Oktober 2019 | 12:40:11

ANTINOMI-REGULASI-STATUS-PERKAWINAN


Selasa , 24 September 2019 | 11:28:41

PPKB-GPAI-DIAGNOSA-GURU-AGAMA


Rabu , 18 September 2019 | 11:48:07

Madrasah-untuk-Kita-Semua


Senin , 09 September 2019 | 10:01:01

MEMELUK-RINDU


Sabtu , 10 Agustus 2019 | 17:06:22

Rukun-dan-Wajib-Haji-dimulai-hari-ini


Rabu , 10 Juli 2019 | 09:37:24

Dampak-Positif-dan-Negatif-Penggunaan-Gadged-Bagi-Penggunanya


Senin , 27 Mei 2019 | 22:09:29

MANFAAT-IBADAH-PUASA-DALAM-KEHIDUPAN-MANUSIA-Oleh-Farid-Wajdi-SAg