Tidak Ada Diskriminasi Untuk Pemberangkatan Calhaj Semua Harus Inklusif Jika SOP Sudah Ada Dan Jelas

bkgi, Pangkalan Baru--- Sebanyak 70 Orang Stakeholder Pengelola Haji dan Umrah di Bangka Belitung mengikuti Sosialisai Peraturan Perundang-undangan pelaksanaan berhaji dan umrah aman dimasa pandemi covid-19 yang dibuka secara resmi oleh Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Bangka Belitung Drs. H. Rebuan, M.Pd.I dalam hal ini mewakili Kakanwil bertempat di Grand Vella Hotel pada Kamis kemarin ( 02/12), yang diselenggarakan oleh Bidang Haji dan Umrah Kanwil Kementerian Agama Bangka Belitung.

Dalam sambutan dan pengarahannya Rebuan menyampaikan bahwa belum ada Petunjuk Teknis Peraturan Umrah diterbitkan dari Kementerian Agama RI tentang pemberangkatan Haji dan Umrah dalam waktu dekat ini, tetapi hasil dari pertemuan dan kunjungan Menteri Agama bersama Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI pada Rabu (17/11) kemarin dengan pemerintah Arab Saudi masih membahas regulasi bagi Jemaah Haji dan Umrah dari Indonesia.”semoga saja pertemuan Menag dan Setjen dengan pemerintah Arab Saudi mendapatkan hasil berupa kepastian regulasi bagi para jemaah Haji dan Umrah dari Indonesia ini, dan bersama kita berharap diiringi doa untuk kelancaran urusannya”,ujar Rebuan.

Rebuan juga menegaskan kepada para petugas Haji dan Umrah di Kemenag untuk tidak melakukan diskriminasi pada calhaj untuk berangkat dengan berbagai alasan, tetapi harus inklusif, para calhaj harus berangkat dengan syarat dan ketentuan yang sudah dipenuhi jika Standar Operasional Prosedur sudah ada dan jelas.”Petugas di Kemenag tidak boleh melakukan diskriminasi bagi calhaj dalam pemberangkatan, semua harus inklusif berangkat jika sudah memenuhi syarat, aturan dan SOP sudah ada dan jelas”, tegasnya

“Informasi yang baru dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi bahwa para jemaah umrah dan  para calhaj sudah di suntik vaksin yang diakui pemerintah Arab Saudi  lengkap dua dosis, yaitu Moderna, AstraZeneca, Pfizer, sedangkan bagi jemaah yang sudah vaksin Sinovac dua kali harus melengkapi vaksin ketiga dengan vaksin Moderna, AstraZaneca atau Pfizer dan Untuk Vaksin Jhonson cukup disuntik satu kali saja. Jika tidak melengkapi suntik vaksinnya maka akan diberlakukan penerpan karantina intitusional selama sepuluh hari”, jelas Rebuan.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Bidang Penyelenggaara Haji dan Umrah Kanwil Kementerian Agama Bangka Belitung H. Abdul Rohim, S.Ag, MH melalui Kasi Bina Penyelenggara Haji dan Umrah H. Ridwan Yuniarto, SH saat ditemui diruang hubungi melalui Whatshaap tentang Pemberlakuan satu pintu keberangkatan maupun kepulangan jemaah umrah di Bandara Soeta dan Aplikasi Pedulilindungi belum bisa diterima oleh Aplikasi Tawakalna dalam kendala umrah yang belum bisa dilaksanakan, Jumat (04/12) (AI/rm)

 

Berita Terbaru