42 Penyuluh Mendapatkan Pembinaan dan SK Penyuluh Non PNS Agama Buddha


Keterangan Foto : Penyerahan SK Penyuluh Agama Buddha Non PNS Oleh Penyelenggara Bimas Buddha Kota Pangkalpinang (19/1).

Pangkalpinang, Penyelenggaraan Bimas Buddha Kota Pangkalpinang menghadiri pembinaan kepada para Penyuluh Agama Buddha Non PNS bertempat di Vihara Satya Dharma Pangkalpinang,

Sebanyak 42 Penyuluh selain  memperoleh pembinaan, pembekalan dan wawasan untuk melaksanakan tugasnya para  penyuluh juga dibekali dengan SK Penyuluh Non PNS Agama Buddha. Dalam sambutannya yang disampaikan oleh Wisnu Widiyanto, SH yang saat ini juga menjabat sebagai Plt. Pembimas Hindu, beliau menegaskan dalam kondisi wabah pandemic akhir-akhir ini diharapkan para penyuluh dapat menginformasikan pada umat untuk tetap taat melaksanakan 3 M (Memakai masker, Mencuci tangan sesering mungkin dengan sabun dan Menjaga jarak/ Menjauhi kerumunan), intinya mentaati protokol kesehatan, sambungnya.

Sementara itu, Sarjono, S.Ag selaku Penyelenggara Bimas Buddha Kab. Bangka  menyampaikan apresiasi kepada Penyuluh Agama Buddha Non PNS,  dan memberi motivasi karena Penyuluh merupakan garda terdepan dalam perkembangan agama Buddha di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, siap menjadi penyuluh harus siap memberikan keteladan, ujarnya.

Dalam pembinaan tersebut Misno, S. Ag, selaku pembimas Buddha Kota Pangkalpinang mengucapkan selamat kepada penyuluh Non PNS Agama Buddha, dan memberikan support kepada penyuluh agar dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya setelah mendapat SK Pengangkatan Penyuluh Agama Buddha Non PNS Tahun 2021 dari Kepala Kantor Wilayah Kemeterian Agama Prov. Kep. Babel. Tugas penyuluh utamanya adalah sebagai garda terdepan dalam membantu Tugas Pembimas Buddha dalam melayani umat, penyuluh juga melakukan pendampingan, pelayanan dan merangkul umat, imbuhnya.

Misno juga menambahkan paling tidak kehadiran seorang penyuluh dapat menjadi penyejuk bagi umat, penyuluh diharapkan dapat memberikan informasi yang valid, benar dan positif bukan memecah belah umat, memecah belah organisasi atau lembaga. Tugas penyuluh dapat dilakukan dengan berbagai upaya antara lain siraman rohani/ceramah, diskusi, pemantauan, pelayanan umat, pelayanan keagamaan dan pendampingan atau kegiatan lain yang dapat menyentuh umat demi terciptanya umat yang bahagia, harmonis, rukun dan mapan serta terciptanya Indonesia Maju dan Indonesia Rukun. (abah/vie)

 

Berita Terbaru