Exit Meeting Pendampingan PMPZI di Kemenag Bangka Selatan

Bkgi, Bangka Selatan---Setelah dilakukan pendampingan oleh tim verifikator dari Biro Ortala dengan memverifikasi antara data yang ada diaplikasi serta kelengkapan administrasi dilapangan selama dua hari dimulai pada tanggal 26 sampai dengan 27 Oktober kemarin, hari Rabu (28/10/2020), kegiatan pendampingan penilaian mandiri pembangunan zona integritas di Kabupaten Bangka Selatan diakhiri dengan kegiatan exit meeting.

Setelah dilakukan pendampingan selama dua hari ini didapatkan bahwa ada GAP atau selisih nilai dimana saat dilaksanakan penilaian mandiri oleh tim RB Kankemenag Bangka Selatan didapatkan nilai sebesar 50,82 atau 84,70 %, sedangkan setelah dilakukan pendampingan nilai yang diperoleh sebesar 42,55 atau 70,92 % atau adanya selisih sebesar 8,27.

"Nilai yang harus diperoleh untuk dapat diajukan ke itjen untuk penilaiannya adalah sebesar minimal 77%, semoga hal-hal yang masih kurang sesuai rekomendasikan dapat dipenuhi sampai akhir tahun nanti", ujar Muhammad Su'bi Ketua tim verifikator.

Lumayan banyak catatan yang direkomendasikan oleh tim verifikator yang terdiri dari dua orang yaitu Muhammad Sub'i dan Gusli ini kepada tim RB Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Selatan dari enam area penilaian.

Pada area manajemen perubahan salah satu catatan yang diberikan oleh tim adalah agar Kantor Kemenag Basel dapat menyusun program kerja pembangunan ZI mengacu pada roadmap RB 2020-2024 dan renstra Kankemenag Basel 2020.2024.

Salah satu rekomendasi yang diberikan oleh tim pada area penataan tata laksana adalah menyusun peta proses bisnis berdasarkan peta proses bisnis kemenag hasil revisi KMA 270 tahun 2016 dan melengkapi dokumen yang ada dengan SOP pada unit-unit lainnya dan juga untuk dapat melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan keterbukaan informasi publik.

Pada area penataan sistem manajemen SDM, tim verifikator menitik beratkan pada dokumen assesmen pegawai baik itu para pejabat eselon maupun para pegawai yang baru saja dimutasi serta dokumen SKP tahun 2020 untuk dapat dilampirkan

Sedangkan pada area penguatan akuntabilitas yang memiliki gap atau jarak yang lumayan besar antara PMPZI dan pendampingan catatan yang diberikan oleh Muhammad Sub'i dan tim salah satunya adalah agar tim RB Kankemenag Basel untuk dapat meningkatkan kualoitas laporan kinerja baik dari sisi pemenuhan, kualitas dan penerapannya serta untuk dapat menyusun rencana aksi pencapaian target Perkin setiap tahun.

Tim verifikator memberikan masukan agar Kepala Kantor Kemenag Bangka Selatan untuk dapat berkoordinasi dengan itjen kemenag terkait kemungkinan pemanfaatan aplikasi Si Malaikat (Sistem Informasi Manajemen Layanan Melekat) secara nasional serta menyesuaikan substansi Si Malaikat dengan PMA no. 34 Tahun 2019 tentang pengendalian gratifikasi pada Kementerian Agama. masukan ini terkait penilaian area penguatan pengawasan yang juga memiliki gap yang lumayan besar antara PMPZI dengan pendampingan.

Pada area penguatan pengawasan lumayan banyak catatan yang diberikan dibandingkan dengan area lainnya yaitu sebanyak 25 catatan termasuk memberikan masukan kepada kepala Kantor untuk menerbitkan perintah terkait 29 pegawai di lingkungan Kantor Kemenag Basel yang belum mengisi LHKPN pada aplikasi Siharka Kemenpan RI.

Untuk area peningkatan kualitas pelayanan publik tim hanya memberikan 2 catatan saja yang salah satunya adalah agar Kantor Kemenag Basel melaksanakan survey atas penerapan hasil inovasi layanan dan menindaklanjuti hasil survey.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Selatan H. Jamaludin, S.Ag., M.H. mengucapkan banyak terima kasih atas arahan dan pendampingan yang telah diberikan oleh tim verifikator dari Biro Ortala Kemenag.

"Dengan mendengarkan penjelasan-penjelasan dari tim, kami jadi banyak tau apa itu zona integritas yang selama ini hanya mendengarkan saja tanpa tau isinya, mudah-mudahan dengan pembinaan dan pendampingan ini kami dapat mengetahui apa kekurangan kami", ujar beliau.

"Kami juga akan segera melaksanakan rekomendasi-rekomendasi yang telah dikeluarkan oleh tim", pungkas H. Jamaludin kepada tim verifikator. (CeeS83/rma)

 

 

Berita Terbaru