Simulasi Pelaksanaan Asesmen di Bangka Selatan

Bkgi, Bangka Selatan---Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Selatan melalui seksi pendidikan madrasah melaksanakan kegiatan simulasi pelaksanaan assesment warga madrasah yang diselenggarakan di dua tempat sekaligus yaitu di MTs Negeri 1 Bangka Selatan dan di MTs Al Hidayah Toboali pada Jum'at (16/10/2020).

Menurut informasi yang disampaikan oleh Kasi Pendidikan Madrasah Harus, S.Pd.I. kepada penyusun bahan informasi kantor Kemenag Basel bahwa pelaksanaan simulasi ini ditujukan untuk melihat kesiapan baik itu sarana prasarananya seperti perangkat komputer atau laptopnya, jaringan internetnya maupun kesiapan dari proktornya yang akan menjadi tulang punggung pelaksanaan asesment ini.

"Untuk Bangka Selatan pelaksanaan simulasi ini diikuti oleh 5 orang baik itu guru, kepala madrasah maupun pengawas madrasah yang mewakili lainnya yang terdiri dari Robinson, M.Pd mewakili pengawas madrasah, Rosita, S.Ag mewakili Kepala Madrasah, Romlan, S.Pd.i. mewakili guru MI, Selpiyanti, S.Pd mewakili guru MTs dan Lola, S.Pd yang mewakili guru MA.", terang beliau.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah juga menjelaskan bahwa program assesmen warga madrasah ini terbagi tiga yaitu asesmen pengawas madrasah, asesmen kepala madrasah dan asesmen guru madrasah., sedangkan sasaran mapel yang akan diasesmen adalah untuk guru MI adalah guru kelas, untuk guru Mts yang akan diasesmen adalah guru yang mengampu mapel bahwa Indonesia, bahasa Inggris, matematika, IPA dan guru BK.

"Sedangkan untuk guru MA yang akan diasesmen adalah guru yang mengaku mata pelajaran bahasa Indonesia, bahasa Inggris, matematika, biologi, fisika, kimia, ekonomi dan guru BK", jelas harus, S.Pd.I.

Untuk pendaftararan peserta asesmen warga madrasagh ini akan dilakukan melalui aplikasi SIMPATIKA yang akan dilaksanakan pada tanggal 2 sampai dengan 6 November 2020 yang akan datang dengan syarat-syarat yaitu harus berijazah S1, linier antara ijasah SI maupun serdik dengan mapel asesemen, dan memiliki NPK.

"Jadi kalau ada guru yang tidak memenuhi persyaratan seperti di atas secara otomatis tidak akan bisa mengikuti asesment", kata kasi Pendidikan Madrasah.

Beliau juga menekankan bahwa bagi pengawas, kepala maupun guru yang sudah memenuhi persyaratan untuk ikut tetapi tidak bisa mengikuti asesmen ini maka mereka ini tidak bisa mengikuti program-program peningkatan kompetensi guru berikutnya.

"Asesmen ini dianggap penting dalam rangka pemetaan kualitas pendidik untuk menunjang kebijakan program peningkatan kompetensi guru seperti PPG, Diklat dan peningkatan profesi guru lainnya", tukas Harus.

Pada pelasaksanaan simulasi asesmen di MTs negeri Bangka Selatan yang beralamat di Desa Permis Kecamatan Simpang Rimba langsung dipantau oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Selatan H. Jamaludin, S.Ag., M.H. (CeeS83/rma)

Berita Terbaru