Kepala MAN 1 Bangka Barat Siaran Live di RRI Sungailiat


Keterangan Foto : Kepala MAN 1 Bangka Barat, Sugio, S.Pd.I

Bangka Barat-Radio Republik Indonesia Pro 1 Sungailiat melaksanakan wawancara secara live dengan kepala MAN 1 Bangka Barat melalui telpon pada hari Kamis (13/8). Wawancara ini dilaksanakan selama 8 menit mulai pukul 08.03 WIB yang disiarkan langsung oleh RRI Pro 1 Sungailiat 96,4 FM. Kepala MAN 1 Bangka Barat, Sugio, S.Pd.I diwawancarai oleh penyiar RRI Sungailiat, mbak Reta. Penyiar RRI menanyakan tentang mekanisme pelaksanaan pembelajaran tatap muka di MAN 1 Bangka Barat yang langsung dijawab oleh kepala MAN 1 Bangka Barat. 

Kepala MAN 1 Bangka Barat menjawab bahwa pelaksanaan pembelajaran tatap muka di MAN 1 Bangka Barat telah berlangsung sejak awal tahun pelajaran 2020/2021 tanggal 13 Juli 2020. "Sebelum pelaksanaan PTM, kami telah berkoordinasi dengan tim MKKS/M se-Bangka Barat dan berkoordinasi dengan tin satgas Covid Bangka Barat serta telah meminta izin kepada Kepala Kanwil Kemenag Bangka Belitung yang diwakili oleh Kabid Penmad, Drs. H. Nasution, M.Pd.I. Jadi ini adalah langkah pertama kami", ujar Sugio. 

"Kami juga membentuk tim Covid madrasah. Kami menyiapkan segala sesuatunya sesuai dengan protokol kesehatan yaitu menggunakan masker, mencuci tangan jadi kami menyiapkan sabun dan hand sanitizer, lalu kami memeriksa suhu tubuh siswa, guru dan seluruh orang yang memasuki MAN 1 Bangka Barat", lanjut Pak Sugio dalam wawancaranya. 

"Sistem pembelajarannya kami menggunakan sistem shift sesuai dengan intruksi menteri pendidikan, kanwil kemenag provinsi Bangka Belitung dan perintah dari pemerintah provinsi Bangka Belitung. Jadi kami bagi 50?lajar tatap muka di hari masuk, 50% nya belajar tatap muka di hari berikutnya. Siswa yang off-on diberikan tugas dirumah. Jadi sistem bergantian masuk sampai saat ini sistem ini masih berjalan dengan aman", ujar Pak Sugio saat ditanyakan tentang mekanisme pembelajaran. 

"Bangka Barat menjadi kabupaten pertama yang melaksanakan pembelajaran tatap muka. Diawal pembelajaran, bagaimana respon orang tua tentang pembelajaran tatap muka ini", tanya mbak Reta. 

"Alhamdulillah tidak ada satupun orang tua atau wali siswa yang menolak sistem pembelajaran ini karena orang tua anggap pembelajaran tatap muka ini lebih mudah dibandingkan pembelajaran sebelumya yang menggunakan e-learning Kemenag, orang tua menyatakan kendala karena ada siswa yang jauh dari madrasah yang sinyalnya tidak ada dan ada beberapa siswa yang tidak memiliki handphone", jawab Pak Sugio.

"Kami menggunakan shift, setiap kelas siswa dibagi 2 shift. Seluruh siswa 450 orang dibagi 2 jadi diperkirakan siswa yang masuk 50?ri seluruh siswa", ujar Sugio via telpon. 

Lalu penyiar RRI bertanya tentang apakah dalam jangka waktu tertentu ini, untuk mengetahui orang tanpa gejala (OTG) ada rencana dari madrasah untuk melaksanakan tes secara massal di MAN 1 Bangka Barat. 

"Tim Covid sudah secara kontinu terjun langsung mendatangi sekolah/madrasah yang melaksanakan pembelajaran tatap muka. Untuk pemeriksaan secara kolektif/massal itu belum ada. Tentu kami akan bekerja sama dengan tim di Cabdin untuk masalah demikian. Yang jelas sekarang hanya dalam bentuk penyemprotan-penyemprotan untuk menghindari penyebaran Covid ini", jawab Sugio. 

"September itu direncanakan kabupaten lain di Bangka Belitung melaksanakan kegiatan Pembelajaran tatap muka ini. Adakah himbauan yang ingin bapak sampaikan kepada sekolah-sekolah yang akan melaksanakan pembelajaran tatap muka?", tanya mbak Reta. 

"Jadi Alhamdulillah di Bangka Barat khususnya pembelajaran tatap muka berjalan dengan baik. Kami menghimbau kepada bapak/ibu kepala sekolah di tingkat SD/MI di Bangka Barat atau di Bangka Belitung untuk memperhatikan protokol kesehatan dan bekerja sama dengan tim gugus Covid di Kabupaten/kota dimana mereka berada. Dan standardisasi kesehatan untuk mencegah Covid ini dilaksanakan dengan semaksimal mungkin sehingga gejala-gejala yang tidak diinginkan dapat teratasi dengan sebaik-baiknya. Terima kasih", himbau kepala MAN 1 Bangka Barat dalam wawancara ini. 

Lalu penyiar RRI menutup wawancara ini dengan mengucapkan terimakasih kepada kepala MAN 1 Bangka Barat yang telah bersedia melaksanakan wawancara ini dan mendoakan kesehatan dan kesuksesan bagi seluruh guru, TU, siswa warga MAN 1 Bangka Barat. (DV/rma)

Berita Terbaru