Sinergitas Kemenag Bangka Dan Pemda Dalam Memberikan Bimbingan Pranikah bagi Pelajar se-Kabupaten Bangka


Keterangan Foto : Foto Bers ama Ka. KanKemenag Kab. Bangka Drs. Paidi, Kasi PD. Pontren Drs. H. Syaipul dan kepala SKPD di Kabupaten Bangka dalam Pembukaan Bimbingan Pr

bkgi, Sungailiat--- Sinergitas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka dan Pemerintah Daerah dalam memberikan bimbingan pranikah bagi pelajar se-kabupaten bangka bertempat di aula SMAN 1 Sungailiat, Rabu 16 Oktober 2019 yang diselenggarakan oleh biro Kesejahteraan Sosial Pemerintah Provinsi Bangka Belitung.

Informasi ini dibenarkan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Drs.H. Paidi dan juga Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD.Pontren) saat ditemui diruang kerjanya, kamis (17/10)

Disampaikan juga oleh Syaipul, Kepala Kantor hadir sebagai Undangan bagi SKPD se-Kabupaten Bangka yang dihadiri oleh lebih kurang 300 orang pelajar SMA/SMK/MAN di kabupaten Bangka dan juga beberapa utusan yang berasal dari mahasiswa di perguruan tinggi bangka belitung.

Lebih lanjut dikatakanya, bimbingan pranikah dalam pandangan Islam langsung saya sendiri yang menyampaikannya dikarenakan permohonan langsung dari pihak penyelenggara. Disaat bimbingan pranikah tersebut saya menghimbau supaya pelajar nantinya tidak melakukan pernikahan dini usia dan juga pernikahan secara siri walaupun dibenarkan secara ajaran agama islam.

" calon pengantin sebaiknya siap secara fisik, psikologis dan mental dalam memasuki perkawinan itu berusia minimal 19 tahun,  namun dihimbau  sebaiknya calon pengantin itu bisa menyelesaikan pendidikannya di sekolah menengah atas dan perguruan tinggi sehingga bisa lebih siap dalam pola pikir, pekerjaan mental dan psikologis yakni telah berusia 22 tahun". ujarnya

Ditambahkannya, untuk bimbingan pranikah bagi pelajar secara kesehatan disampaikan oleh pihak dinas kabupaten bangka, bimbingan ini sangat penting mengingat tahun akhir pelajaran di SMA/ SMK/MA dan untuk menekan tingginya angka pernikahan dini bagi pelajar yang masih bersekolah. (rom/rma).

Berita Terbaru