Deteksi Kanker Organ Vital, Guru MAN1 Belitung Lakukan Sadanis dan IVA

 

bkgi. BELITUNG - Rabu 16/10/2019 Sebanyak 10 guru dan pegawai MAN 1 Belitung menjalani Pemeriksaan Payudara Secara Klinis (sadanis) dan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) di Puskesmas setempat pada hari Rabu 16 Oktober 2019. Seyogyanya pemeriksaan yang dikhususkan bagi guru dan pegawai wanita itu dilaksanakan di madrasah, namun karena keterbatasan ruangan dan peralatan, pemeriksaan dilakukan di Puskesmas Air Saga, yaitu puskesmas setempat yang berjarak ±200 meter dari MAN 1 Belitung.

Pemeriksaan yang berlangsung pada pagi hari tersebut bertujuan untuk mendeteksi adanya penyakit atau pun kelainan pada organ vital khusus wanita yang dapat membahayakan, seperti kanker payudara dan kanker rahim.

Pemeriksaan dilakukan oleh petugas Puskesmas yang sering melakukan sosialisasi tentang kesehatan wanita di MAN 1 Belitung pada waktu-waktu tertentu. Karena penyakit tersebut sering kali tidak terdeteksi keberadaannya di dalam tubuh pada stadium awal, namun akan dirasakan setelah menginjak pada stadium lanjut. Padahal jika seseorang telah menderita kanker pada stadium lanjut akan lebih sulit untuk diobati. Demikian dituturkan oleh Ibu Elly petugas Puskesmas yang melakukan pemeriksaan terhadap guru MAN 1 Belitung.

Selain untuk memeriksa kesehatan pada organ vital guru dan pegawai wanita, sadanis dan IVA juga dilakukan sebagai tindak lanjut dari sosialisasi tentang bahaya kanker pada manusia yang pernah disampaikan oleh Petugas dari Yayasan Kanker Indonesia di MAN 1 Belitung sebelumnya.

Hasil dari pemeriksaan dapat diketahui langsung oleh guru dan pegawai yang menjalani pemeriksaan. Selanjutnya dilakukan tindakan lanjut bagi guru atau pegawai yang terdeteksi mengalami kelainan pada organ vital yang diperiksa.

“Pemeriksaan rutin secara berkala tersebut sangat membantu guru dan pegawai madrasah dalam hal skrining kesehatan. Kesibukan kerja para guru dan pegawai dapat menyebabkan kita lupa akan memeriksakan diri ke Puskesmas atau Rumah Sakit. Padahal hal itu perlu untuk mendeteksi sejak awal keadaan organ tubuh kita demi kesehatan dan kenyaman kita dalam melaksanakan pekerjaan”, ucap Ibu Yuliana, satu dari sepuluh guru dan pegawai yang menjalani sadanis dan IVA.(Meri/vie)

Berita Terbaru