Empat Orang ASN Kemenag Pangkalpinang Lulus Ujian Sertifikasi Bendahara


Keterangan Foto : Zuhara Mandasari, Bendahara Ditjen Pendis Kemenag Pangkalpinang

bkgi-Pangkalpinang---Sebanyak empat orang Aparatur Sipil Negara Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, dinyatakan lulus dan memperoleh nilai yang cukup memuaskan dalam ujian sertifikasi bendahara yang digelar olek Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kota Pangkalpinang pada Selasa, 28 Mei 2019.

Ke-4 orang ASN Kemenag Pangkalpinang tersebut antara lain:

  1. Marina, S.Kom., Bendahara Ditjen Bimas Buddha, yang dinyatakan lulus dengan total nilai : 70,00
  2. Mahmudah, S.E.I., Bendahara Ditjen PHU, yang dinyatakan lulus dengan total nilai : 78,00
  3. Meiria Ulfa, S.E., Bendahara Ditjen Bimas Islam, yang dinyatakan lulus dengan total nilai : 80,00
  4. Zuhara Mandasari, S.Pd.I., Bendahara Ditjen Pendidikan Dasar Islam, yang dinyatakan lulus dengan total nilai : 86,67

Ujian sertifikasi bendahara tersebut merupakan rangkaian proses uji secara objektif untuk menilai karakter, kompetensi dan kemampuan menjadi bendahara berdasarkan standar kompetensi bendahara, dan hal ini merupakan amanat dari Perpres Nomor 7 Tahun 2016 yang mengatur bahwa sebelum 20 Januari 2020, seluruh bendahara harus bersertifikasi.

Salah satu peserta yang lulus dengan nilai tertinggi, Zuhara Mandasari, S.Pd.I. atau yang akrab disapa Ara mengungkapkan, dirinya bersama 3 orang ASN Kemenag Pangkalpinang lainnya, mengikuti ujian sertifikasi bendahara tersebut dengan mengerjakan 50 soal pilihan ganda dalam waktu 60 menit dengan sistem Computer Based Test (CBT) dan Internet Based Test (IBT) yang diakses melalui aplikasi Sistem Informasi Manajemen Sertifikasi Bendahara (Simserba). Hasil tes tersebut langsung bisa diketahui setelah pelaksanaan ujian tersebut.

“Sebelum pelaksanaan ujian hari ini, kami juga telah mengikuti refreshment berupa reviu materi ujian bendahara yang diadakan oleh KPPN Pangkalpinang pada Senin, 27 Mei 2019 kemarin,” ujar Ara.

Ditambahkannya, materi yang diujikan dalam ujian sertifikasi bendahara tersebut antara lain mengenai uang persediaan, modul Sistem Laporan Bendahara Instansi (Silabi), perpajakan dan peraturan perundang-undangan tentang keuangan.

“Materi yang diujikan tersebut juga berhubungan dengan tugas dan fungsi sehari-hari, sehingga kami tidak merasa begitu kesulitan dalam mengisinya,” lanjutnya.

Ia pun berharap, setelah lulus dalam ujian sertifikasi kali ini, dirinya bersama rekan-rekan bendahara lainnya dapat lebih fokus dan maksimal lagi melaksanakan tugas kebendaharaan, sehingga dapat ikut berkontribusi menyajikan laporan keuangan yang andal dan akuntabel, khususnya di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang. (gaga/01/SN)

Berita Terbaru