Jumat, 5 April 2013, 22:26 – Lain Lain
INFOTAINTMENT : A SEPARATION

babel.kemenag.go.id (bkgi), PANGKALPINANG — Jum’at, (5/4/13)

** A SEPARATION ** (Film Iran Peraih Oscar 2012)

Iran tidak pernah menyajikan film bertema kekerasan. Sebaliknya, kami lebih memilih memperkenalkan kekayaan budaya Iran kepada dunia lewat film-film yang kami hadirkan selama ini, “ kata Mohmoud Farazandeh.

Di tahun 2012 yang akan segera berlalu ini. Ditahun ini perfileman Iran begitu mendapat perhatian dari masyarakat dunia. Pasalnya, karya-karya sineas Iran beberapa kali tembus ke ajang penghargaan film bergengsi, seperti Oscar dan Cannes Film Festival. Bahkan film Iran yang berjudul “A Separation” berhasil mendapat penghargaan sebagai film dengan terjemahan bahasa asing terbaik, pada pagelaran Academy Awards 2012 yang berlangsung di Hollywood and Highland Center, California, Amerika Serikat, beberapa bulan ke belakang Minggu 26/2/2012 atau Senin 27/2/2012 waktu Indonesia.

Film garapan sutradara Asghar Farhadi ini berhasil menyingkirkan pesaing berat seperti Bullhead, karya Michael R.Roskam, Belgia, in Darkness, besutan Agnieska Holland, Poland, Monsieur Lazhar, karya Philippe Falardeau, Canada dan Footnote, karya Joseph Cedar, Israel, yang memiliki cerita yang tidak jauh berbeda dengan A Separation.

BEGITU MENGENA

Tampaknya, dialog sarat pesan humanis menjadi alasan menjadi andalan sineas Iran dalam menarik simpati dunia. Sebelumnya, pada film Children of Heaven, yang telah mengawali film Iran di ajang Oscar pada tahun 1997, meski tidak saling berhasil membawa pulang Oscar lantaran dikalahkan film asal Italia, Life is Beautiful, juga memiliki alur yang hampir sama.A Separation, yang penggarapannya menghabiskan dana US $ 800 ribu, mengisahkan perjuangan pasangan muda bernama Nader, yang diperankan oleh Peyman

Moaadi, dan Simin, dimainkanb Leila Hatami, yang berada diambang perceraian.Film dibuka dengan curahan hati sepasang suami-istri, menginginkan pindah ke luar negeri, Ia ingin, Tarmeh yang dipernakan oleh Sarina Fahardi, anaknya yang berumur 11 tahun, mendapatkan pendidikan dan kehidupan yang lebih baik.akan tetapi Nader tidak setuju, karena harus merawat ayahnya, yang sudah tua dan mengidap penyakit alzheiemer, sejenis sindrom dengan apoptosis sel-sel otak pada saaty yang hampir bersamaan sehingga otak tampak mengkerut dan megecil. Resiko mengidap alzheimer memang meningkat seiring dengan perambahan usia, yang diawali pada usia 65 tahun.

Karena Nader tidak menyetujui usul pindah ke luar negeri, simin pun meminta cerai.Namun Nader tak memberikan talak. Sehingga perceraian yang diinginkan Simin tidak dikabulkan hakim. akhirnya, merreka kembali melakukan perenungan tengang hakikat dan tujuan berkeluarga dan kembali merajut kebrsamaan dan kebahagiaan keluarga.

Meski kisahnya sederhana, A Separation dikemas dengan sangat menarik, sehingga berhasil mengaduk-aduk emosi penonton dan membuat dunia seolah tak percaya bahwa di Iran juga berlangsung kehidupan layaknya di negera-negara damai pada umumnya, tidak melulu berbicara masalah bom nuklir dan perang.

Begitu juga sososk wanita Iran, yang digambarkan begitu modern, beraktivitas seperti umumnya wanita di belahan dunia lainnya, namun tetap dengan pakaian yang sopan dan sesuai syari’at. Bayanan Iran sebgai negeri yang tertutup dan wanitanya terkekang oleh aturan agama yang “kaku” pupus sudah oleh tampilan film ini. A Separation berhasil menghipnotis penontotn, bahkan dewan juri, dengan pesan-pesan sederhananya.

APRESIASI DUNIA

Penghargaan ini tentu semakin membuat film-film Iran dilirik para penikmat film, dan membuat Iran semakin percaya diri. Menurut salah satu sutradara film Iran yang hadir dalam acara pembukaan Festival Film Iran di Jakarta bulan Februari 2012 lalu, Hasan Najafi, saat ini perfilman Iran memang tengah mengalami perkembangan luar biasa. Baik dalam jumlah film yang diproduksi mau pun kualitas jalan cerita yang ditawarkan. Tidak kurang dari 2.0000 film setiap tahunnya diproduksi oleh Iran. Ini belum trmasuk film-film pendek.

Selepas Revolusi Iran, pemerintah Iran memang sangat mendorong pertumbuhan perfilman Iran dengan membuatkan sarana pendidikan bagi sutradara atau masyarakat yang memang tertarik membuat film. Ia berkeyakinan, dalam beberapa tahun mendatang film Iran akan semaikn banyak hadir meramaikan industri film dunia karena tingginya antusiasme pembuatan film dan apresiasi dunia kepada film-film Iran. Teramsuk Israel. Mereka seolah-olah lupa denan konflik politik yang sedang terjadi. Banyak warga israel yang berbondong-bondong menyaksikan A Separation.Pemandangan jarang terjadi di sejumlah bioskop di Yerusalem. Ratusan warga Israel berjubel antre , mendapatkan tiket film ini. Mereka rela menghabiskan dua jam agar terhanyut ke dalam kisah keluarga Teheran. Tercatat sudah 30 ribu warga Israel yang menonton film ini.Seperti dilansir beberapa media Iran, Manjer Bioskop Lev Smadar di Yerussalaem, Omer Dilian, mengatakan, film A Separation tetap kebanjiran penonton.

Bahkan kritikus film Israel, Yair Raveh, ikut mengomentari denan mengatakan bahwa film yang juga sebelumnya berhasil menyaet penghargan serupa di ajang Golden Globe ini adalah film denan bintang yang sangat baik, naskah film yang membangkitkan kecerdasan, dan alur cerita yang mengalir rapi.

Kemenangan ini tentu begitu diapresiasi Iran. Dalam pidato kemenangannya, Asghar Garhadi mengatakn, lewat film ini ia ingin agar dunia melihat Iran secara lengkap. Tak sekadar konflik Timur Tengah dan nuklir. ia menekankan, karya mereka adalah tentang keluarga dan kemausiaan, bukan politik.“Ketika berita perang, intimidasi dan agresi selalu dibicarakan oleh para politikus, disini, Iran bergaung leat budaya. Lewat kekayaan kebudayaannya, yang lama dibiarkan berdebu oleh para politikus,” kata Asghar.Iran begitu peduli mengangkat kisah-kisah sarat moral yang disajikan begitu apik. Seperti yang dikatakan duta besar Iran untuk Indonesia, Mohmoud Farazandeh, pada pembukaan Festival Film Iran di Jakarta Februari 2012 yang lalu. “Iran tidak pernah menyaikan film bertema kekerasan. Sebaliknya, kami lebih memilih memperkenalkan kekayaan budaya Iran kepada dunia lewat film-film yang kami hadirkan selama ini,” katanya.

Sementara itu, warga Iran merayakan kemenagan dengan menonton siaran Oscar lewat internet dan menyebarkan kabar kemenagan ke seantero penjuru negri lewat SMS. (Rz)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.591310 detik
Diakses dari alamat : 10.1.7.64
Jumlah pengunjung: 309983
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.