FGD Dalam Menyusun Analisis Kebutuhan Diklat

bkgi-Pangkalpinang, Senin (20/05)---Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dalam menyusun Analisis Kebutuhan Diklat (AKD) di Hotel Santika, Pangkalpinang.
 
Dalam pengantarnya bapak Kasubbag umum pada Tata Usaha Pusdiklat Drs. H. Amrullah, M.M. menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah untuk memotret dan menggali kebutuhan diklat yang dibutuhkan baik oleh organisasi maupun kebutuhan ASN dalam meningkatkan kemampuan, selain itu Pusdiklat juga menyelenggarakan kediklatan yang menjadi kebijakan pimpinan seperti yang saat ini kita lakukan yaitu diklat moderasi beragama yang di awal tahun 2019 telah dicanangkan oleh bapak menteri agama.
 
Sementara itu Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang diwakili oleh Kabag Tata Usaha Drs. H. Rebuan, M.Pd.I. pada saat membuka FGD menyampaikan bahwa kebutuhan kediklatan sudah di input dengan aplikasi kediklatan dan tidak bisa semaunya sendiri untuk mengikuti diklat karena ada standar minimal yang menjadi ukuran dalam aplikasi (simdiklat), dan untuk simdiklat ini di setiap provinsi sudah ada PIC nya masing-masing yang mengelola dan menyusun kebutuhan diklat.
 
Lebih lanjut Drs. H. Rebuan , M.Pd.I. menguraikan bahwa permasalahannya yang dihadapi antara lain adalah masih banyak guru kita yang belum bisa atau belum pernah mengikuti diklat, dengan demikian maka melalui kegiatan analisis kebutuhan diklat inilah kita bisa menyusun dan mengusulkan kebutuhan kediklatan yang dibutuhkan oleh ASN di provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini.
 
Sesaat sebelum memandu FGD kediklatan Muh. Afroji, S.Pd., M.M. yang merupakan koordinator Widyaiswara pada Pusdiklat menyampaikan bahwa yang menjadi kewenangan Pusdiklat ada tiga kegiatan kediklatan, diantaranya adalah:
1. Diklat Pembentukan Jabatan untuk menjadi penyuluh, penghulu, pengawas, dll dan ini ada di pusat;
2. Diklat fasilitator, untuk guru-guru yang dianggap cakap untuk nantinya menjaring penyemaian di daerah;
3. TOT Widyiswara.
 
Selain itu Muh. Afroji juga menjaring keluhan dan usulan yang menjadi kebutuhan dari ASN melaui kegiatan FGD dan pengisian kuisioner yang diikuti oleh 30 orang peserta rapat dari unsur kepala kantor, kepala madrasah, pengawas madrasah, penyuluh agama, penghulu, Kasi urais dan Kasi Bimas yang ada di Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka banyak menyampaikan terkait kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi oleh masing-masing dalam menjalankan tugas. (TAN)

Berita Terbaru

>