Lima JCH Kuota Tambahan Ajukan Penundaan Keberangkatan


Keterangan Foto : Hj. Nurmala, S.Ag., Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Kemenag Kota Pangkalpinang

bkgi-Pangkalpinang---Sebanyak lima orang Jemaah Calon Haji (JCH) Kota Pangkalpinang yang masuk dalam Kuota Haji Tambahan Tahun 1440 H/2019 M, dipastikan akan menunda keberangkatannya pada tahun ini.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, Hj. Nurmala, S.Ag. saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin, 20 Mei 2019.

Dikatakan Nurmala, kepastian penundaan tersebut diterima langsung pihaknya dari JCH yang bersangkutan setelah dihubungi via sambungan telepon, bahkan ada juga yang telah datang langsung ke Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Kemenag Kota Pangkalpinang untuk mengurus langsung penundaan tersebut.

“JCH yang menunda keberangkatan tersebut merupakan JCH yang masuk dalam kuota tambahan regular nomor porsi berikutnya, sedangkan untuk JCH kategori lansia dan pendamping hingga saat ini tidak ada yang melakukan penundaan, karena percepatan keberangkatan tersebut merupakan permohonan dari pihak mereka sendiri,” tutur Nurmala.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, bahwa Kota Pangkalpinang mendapatkan jatah sebanyak 47 orang Jemaah Calon Haji (JCH) dari Penetapan Kuota Haji Tambahan Tahun 1440 H/2019 M yang diatur dalam Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 176 Tahun 2019, yang terdiri dari 28 orang JCH lansia beserta pendamping, dan 19 orang JCH regular nomor porsi berikutnya dan berhak melakukan pelunasan pada tahap 3 mulai dari tanggal 21 hingga 28 Mei 2019.

Adapun nama-nama JCH yang mengajukan penundaan keberangkatan tersebut antara lain atas nama: Nurmayanti Suhani Keniin, Yudrizal Abu Bakar, Yuliana Sandriani Suhani, Sopiah Zubir Umar dan Yanti Seno Azis.

“Untuk Nurmayanti, Yudrizal dan Yuliana, mereka merupakan satu keluarga dan alasan penundaan keberangkatannya adalah karena salah satu dari mereka masih dalam kondisi sakit. Sedangkan untuk Sopiah dan Yanti, alasan penundaan keberangkatannya karena suami mereka masing-masing tidak ikut masuk dalam kuota keberangkatan tahun 2019 ini,” tambah Nurmala.

Ditambahkannya, untuk proses tunda keberangkatan tersebut para JCH diharuskan mengisi blanko Surat Pernyataan Tunda berikut alasannya dan ditandatangani diatas materai. Setelah itu baru kemudian pernyataan tersebut dikirimkan ke Kantor Wilayah untuk kemudian diteruskan ke pusat. (gaga/01/SN)

Berita Terbaru

>