Perwanida 1 Belajar di Kandang Sapi


Keterangan Foto : Para siswa tampak gembira

bkgi-Pangkalpinang, Kamis (24/1)---Wajah polos siswa RA tampak sumringah saat bus membawanya tiba di pelataran pemerahan susu sapi. Teriakan kegembiraan pun keluar memecah keheningan sekitar. Keluar ucapan “hore lah sampai, hore lah sampai”, dari dalam bus. Namun, sebagian raut wajah itupun langsung berubah saat Suryana Guru Perwanida 1 menyuruh siswa untuk segera berbaris menuju tempat pemerahan susu sapi. Ada yang mengerut kening. "Waw takot Ku Bu kelak ditanduk”, gumam Ica siswa kelas B yang mundur teratur menjauhi kandang sapi. Namun ada juga yang riang gembira melihat kumpulan sapi yang diperah susunya.  “Waw cemni bu ok sapi diperah, banyak ok susu e”, gumam Imam siswa kelas A yang asyik melihat sapi diperah dari dekat.

Pemandangan pun tak kalah asyiknya, saat melihat guru pendamping Suryana sibuk memantau siswa satu persatu sembari memberikan penjelasan atas pertanyaan siswa yang kepo (ingin tahu) tentang seluk beluk pemerahan susu sapi. Muncul lah pertanyaan dari siswa “Bu darimane susu ni pacak ade?” Suryana pun sigap memberikan penjelasan sambil tertawa cekikikan mengilustrasikan jawaban yang disampaikan. Terlihat siswa sangat memahami penjelasan dari guru yang sangat supel itu, walaupun pandang siswa sedikit teralihkan dengan aktifitas sang karyawan BBG yang sedang asyik memerah susu sapi. Begitulah sekelumit keriuhan siswa RA Perwanida 1 saat berada di tempat pemerahan sapi di Bangka Botanical Garden (BBG) Air Itam Pangkalpinang.

Kegiatan kunjungan ke BBG merupakan salah satu kegiatan outdoor RA Perwanida 1 Pangkalpinang. Hal ini disampaikan Dra. Lissa Branfah selaku Kepala RA Perwanida 1 Pangkalpinang. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai pendidikan kepada siswa melalui observasi objek secara langsung. “Selama ini siswa hanya melihat sapi melalui tayangan gambar atau televisi. Selama ini siswa hanya tahu minum susu, tapi tidak pernah tahu darimana susu itu berasal. Melalui kegiatan inilah siswa mendapat pengetahuan itu semua.” imbuh Lissa.

Ia juga  menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk variasi metode pembelajaran. Kegiatan ini dikenal dengan istilah karya wisata atau wisata edukasi yang bertujuan untuk merangsang aspek kognitif, psikomotorik dan afektif siswa. Ia juga berkomentar bahwa kegiatan juga ini mendapat respon positif dari orangtua siswa. (DA/SN) 

Berita Terbaru

>