Kemenag Gelar Sippa Dhamma Samajja VII Tahun 2018

bkgi-Jakarta, Selasa (09/10) Sippa Dhamma Samajja (SDS) VII Tahun 2018, kegiatan berkumpul untuk unjuk keterampilan tentang ajaran Buddha, diselenggarakan di Jakarta pada 8 - 12 Oktober 2018. Melangkah penyelenggaraan SDS yang ketujuh kalinya, perbaikan kualitas terus dilakukan dalam sistem pelaksanaan lombanya. Salah satu di antaranya, untuk menjaga kualitas, Direktorat Jenderal Bimas Agama Buddha membentuk dewan hakim. “Dahulu para juri memiliki otoritas yang begitu kuat dalam penentuan juara, sehingga saat terjadi perselisihan menimbulkan kontroversi dalam penyelesaian,” kata Direktur Urusan dan Pendidikan Ditjen Bimas Buddha Supriyadi di sela-sela rapat persiapan SDS VII Tahun 2018  di Kantor Kemenag Jalan MH Thamrin Jakarta,  Kamis (13/9), seperti dilansir situs resmi kemenag.go.id. “Adanya dewan hakim akan mengeleminasi perselisihan-perselisihan,” Supriyadi menjelaskan.
 
Ia mencontohkan, dewan juri akan melaksanakan sidang jika terjadi kasus penilaian juri yang sama. “Dengan melihat data penilaian, akan lebih mudah menentukan kebijakan siapa sesungguhnya yang menjadi pemenang,” katanya. Untuk menjaga ketidak berpihakan, dewan hakim ditunjuk di luar dari juri. Supriyadi menegaskan, untuk menjaga independensinya dewan hakim yang berjumlah lima orang akan tinggal selama acara di tempat yang memungkinkan tidak terjadinya intervensi SDS VII Tahun 2018 diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha. Sebelumnya, sebagai rangkaian kegiatan, telah digelar penyisihan di tingkat provinsi.
 
Di dalam Sippa Dhamma Samajja unjuk keterampilan tentang Agama Buddha yang dipergelarkan, seperti Dhamma Gita (nyanyi solo lagu rohani Buddha), Dhamma Vijja (cerdas cermat), Dhamma Vikata (membuat cerita bergambar), dan Dhammapada (menghapalkan syair Dhammapada) yang diperlombakan untuk tingkat SD, SMP dan SMA. Khusus untuk tingkat SD diadakan pula Mewarnai Gambar Buddha. (TAN/SN)

Berita Terbaru

>