Kakanwil : Rumah Wakaf Bisa Menjadi Bangunan Yang Bermanfaat Membangun Ekonomi Umat

bkgi-Pangkalpinang, Sabtu (22/09) Badan Wakaf Indonesia Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung selenggarakan Sosialisasi dengan tema "Wakaf produktif membangun ekonomi umat". Kegiatan yang sudah direncanakan dari awal dalam rangka sosialisasi dari BWI ini juga bertjuan untuk membentuk Badan Wakaf Indonesia Perwakilan Kabupaten/Kota, membentuk asosiasi Nazir, dan bagaimana kiat-kiat kita untuk mengembangkan wakaf produktif. Sumber dana dalam kegiatan ini merupakan dana hibah dari Pemerintah Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Bantuan dari Kantor Wilayah Kemenag provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Peserta kegiatan ini adalah para nazir dari semua Kabupaten/Kota se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebanyak 50 orang peserta yang diselenggarakan di Hotel Puncak Pangkalpinang.

Sementara itu Kakanwil dalam arahannya menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan pertemuan yang ketiga kami harap ada progres dalam menggerakkan pengelolaan wakaf produktif, bukan lagi sosialisasi akan tetapi aktualisasi dari semua program, selama ini gerakan pemberdayaan wakaf belum menyentuh pada masyarakat, sebenarnya pemberdayaan wakaf merupakan salah satu tugas kementerian agama namun masih belum maksimal dalam pemberdayaannya, ini bisa kita maklumi mengingat terbatasnya sumber daya manusia yang ada, nah berangkat dari permasalahan tersebut maka Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam hal ini Bidang Bimas Islam berkomunikasi dengan Badan Wakaf Indonesia Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bekerjasama untuk membangun suatu sistem yang terstruktur di kabupaten/kota.

Selama ini masyarakat hanya memahami wakaf sebagai ibadah, padahal pemberdayaan wakaf bisa lebih luas, pemberdayaan wakaf secara produktif ini yang masih lemah, kita bisa melihat Ormas Muhammadiyah yang sudah bisa mengelola wakaf dengan baik seperti membangun rumah sakit, sekolah, masjid, dll. Selain membentuk kepengurusan kita juga harus bisa mengimplentasikan apa yang bisa kita lakukan, program seperti apa yang real, batasan yang harus bisa dilakukan oleh seorang nazir apa saja.

Lebih lanjut Dr. H. Muhammad Ridwan, M.M. berharap satu tahun kedepan pemberdayaan wakaf sudah bisa dirasakan oleh masyarakat. Motivasi masyarakat sebenarnya sangat tinggi ini bisa dilihat dari kepatuhan masyarakat dalam menjalankan ajaran agama sangat tinggi, yang jadi persoalannya adalah kita belum memiliki perangkat untuk mengelola kepercayaan masyarakat ini melalui BWI (Badan Wakaf Indonesia).

Selain membuka wawasan pemahaman tentang wakaf kepada masyarakat yang menjadi perhatian kita adalah bagaimana membangun kepercayaan masyarakat yaitu dengan membangun sistem pengendalian atau pengelolaan wakaf secara struktur, pengelolaan organisasi modern, pengeloaan seperti apa, pelaporannya seperti apa dan pengawasannya seperti apa.

Diakhir arahannya Kakanwil berharap semoga rumah wakaf ini bisa menjadi bangunan yang betul-betul bisa kita berdayakan dan bermanfaat untuk membangun ekonomi umat, ulasnya.

Berita Terbaru

>