RATUSAN TELUR MEMERIAHKAN 1 MUHARRAM 1440 H DI MAN 1 BANGKA


Keterangan Foto : Sumber Waka Humas MAN 1 Bangka

Bkgi. Sungailiat Jumat, 21 September 2018. Organisasi Rohis MAN 1 Bangka mengadakan kegiatan 1 Muharram 1440 dengan beberapa kegiatan lomba dan tausiah dalam memeriahkan kegiatan tersebut. Kegiatan Lomba dimulai dari tanggal 20 September 2018 dengan cabang lomba yakni lomba busana muslim dan Lomba cerdas cermat seputar tentang Fahmil Quran antar kelas yang di wakili oleh 6 siswa setiap kelas, untuk busana muslim diwakili oleh 3 siswa setiap kelas, dari kelas X sampai kelas XII. Sedangkan tausiah dimulai hari jumat tanggal 21 September 2018. Dengan acara Hataman, Marhaban dan Tausiah. Di mulai pukul 07.30 sampai selesai kegiatan di aula MAN 1 Bangka.

Dalam Sambutannya Drs. Mega Kastiawan menyampaikan bahwa 1 Muharram 1440 H merupakan Tahun Baru kita orang Islam, bukan 1 Januari tahun baru kita. Beliau juga menegaskan dengan kegiatan 1 Muharram 1440 H ini dapat meningkatkan diri kita masing-masing lebih takwa kepada ALLAH SWT, karena kepada ALLAH SWT lah kita kembali. Dengan itu kepada siswa-siswi sekalian mari kita yang bersekolah di Madrasah ini tunjukan jati diri kita dengan Islam yang sesungguhnya yang akan memunculkan budi pekerti yang baik, moral dan akhlak yang baik dan martabat yang baik pula.

Ustad H. Rozi dalam menyampaikan tausiahnya mengatakan bahwa memperingati 1 Muharram 1440 biasanya para Ustad yang lain cerita tentang lahirnya Islam, tetapi saya akan cerita tentang 1 Muharram 1440 H ini suatu hari dan bulan yang penuh dengan hari pembebasan, mengapa demikian, menurut beliau dari sejarah islam waktu Nabi Musa AS, di kejar-kejar oleh Raja Firaun sampai kelaut merah Nabi Musa AS tidak bisa berbuat apa-apa tetapi beliau memohon kepada ALLAH SWT minta di selamatkan dari Raja Firaun turunlah mukjizat dari ALLAH dengan memerintahkan Nabi Musa untuk menghempaskan tongkatnya ke laut merah namun apa yang terjadi, oleh kekuasaan ALLAH laut merah terbelah, Kisah lain seperti Nabi Yusuf AS difitnah telah melakukan zina terhadap istri raja Firuan dan kemudian Nabi Yusuf AS di penjara karenanya, Tetapi apa yang terjadi setelah Nabi Yusuf berdoa dan memohon kepada ALLAH bahwa fitnah yang telah dilontarkan oleh Zulaikah berbalik apa yang pernah di fitnah oleh Zulaikah. Kisah lain lagi Nabi Nuh AS waktu berada di dalam perut ikan, secara logika Nabi Nuh tidak bakal Hidup lagi tetapi dengan kekuasaan ALLAH setelah Nabi Nuh berdoa dan memohon kepada ALLAH meminta untuk dikeluarkan dari perut ikan dengan kekuasan ALLAH maka keluarlah Nabi Nuh AS dari perut ikan tersebut. Dari ketiga kisah ini semuanya terjadi pada hari dan Bulan Muharram zaman itu. Apa yang dapat kita petik dari kisah ini. Sebagai seorang pelajar jangan sekali-kali mengeluh dengan nasib, berputus asa dengan lamanya menjalani pendidikan, tetapi dengan usaha yang sungguh-sungguh diimbangi dengan doa Insyallah kita pasti berhasil, seperti para Nabi yang terdahulu. Dengan itu wahai siswa sekalian berusahalah untuk mencapai cita-cita yang kamu inginkan, tinggalkan dulu hal-hal yang bisa mengganggu dalam proses pembelajaran seperti pacaran, perokok, bolos dan lain. Hormat dan hargailah orang tua kamu. Karena setiap langkah kamu untuk menuntut ilmu disitu doa orang tua kamu. (Indra/AI)

Berita Terbaru

>