Luar Biasa, Madrasahku Nomor Satu, Guru-Guruku Pahlawanku, Teman-Temanku Semangat Hidupku, Keluargaku Terharu


Keterangan Foto : Pelaksanaan Ujian Susulan UAMBN BK di RSUD Sungailiat dan ujian susulan UNBK di asrama Putri (Daeng Masita Asmarani ) dimonitori Kepala Madrasah ser

bkgi. Pangkalpinang 21 April 2018.

Daeng Masita Asmarani, seorang anak desa yang tiga tahun lalu menjatuhkan hatinya di MAN 1 Pangkalpinang sebagai pencari ilmu. Dia adalah siswi yang ramah, rajin, selalu ceria, memiliki kemampuan yang memadai dan masih banyak hal yang ia miliki. OSIS merupakan organisasi yang diikutinya, menjadi wadah untuk pengembangan potensi bawaannya.

Siswi yang selalu aktif dalam kesehariannya, mendapat ujian, yang membuat banyak orang iba melihatnya. Dia ditimpa sakit dan daya tahan tubuhnya dari hari ke hari semakin menurun. sehingga dia harus mengikuti ujian (USBN, UAMBN dan UNBK) susulan. Luar biasa, sungguh luar biasa. Daeng beserta keluarga, tidak menyangka kalau akan dapat menamatkan pendidikan tahun 2018 ini, mengingat sakit yang ia derita tidaklah mudah. Bagaimana harus ikut ujian kalau derita yang dia alami sangatlah pedih.

Motivasi kuat dan do'a yang selalu dimunajat oleh orang tua dan semua civitas madrasah membuat Daeng berenergi dan percaya diri dan akhirnya Allah SWT memberi kekuatan kepadanya untuk mampu mengikuti berbagai ujian, walaupun dengan jalan susulan.

Rumah sakit umum Sungailiat dan asrama MAN 1 Pangkalpinang adalah "saksi bisu" dalam menggapai mimpi indah bagi Daeng. Dia UAMBN di RSUD Sungailiat dan maskanah madrasah (asrama)  merupakan tempat UNBK. Dalam keadaan berbaring dia jawab soal-soal ujian semampunya.

Pihak madrasah dan kementerian agama mengucapkan terimakasih kepada pihak rumah sakit yang sudah memfasilitasi Daeng agar dapat melaksanakan UAMBN BK dengan baik. Ucapan terimakasih juga teruntuk kepada pasien yang pada saat itu berada satu ruang dengan Daeng yang sangat tenggang rasa dan mempersilahkan kepada panitia UAMBN BK menjalankan tugas mulia, "kami salut dan luar biasa", tegasnya.

Daeng, anak yang selalu santun dalam ucapan dan sikap, disela-sela menahan rasa sakitnya, berucap " Ya Allah engkau telah tepat menjadikan MAN 1 Pangkalpinang sebagai tempat nomor satu bagiku dalam mendapat ilmu dan ridhoMu. Para Guru, tenaga pendidik dan Kependidikan merupakan pahlawanku".

Linangan air mata Daeng tak bisa ditahankan, disaat teman-teman memberi semangat dan mendo'akan untuk kesembuhannya. Apalagi dia tahu disaat istighatsah, ada do'a khusus baginya. "Para guru, pegawai juga teman-teman menjadi semangat hidupku" tuturnya.

Daeng bertambah bergairah, sekalipun matanya tetap berkaca-kaca disaat dia tahu bahwa dia adalah salah satu siswi yang diterima jurusan matematika di kampus UNSRI (Universitas Sriwijaya) Sumatera Selatan melalui jalur SMPTN. Subhanallah wasyukurillah ucapan tayyibah yang terdengar sayup dari mulutnya.

Beberapa keluarga Daeng yang selalu menjaga dan menemaninya selama dirawat di RSUD Sungai Liat dan asrama, mewakili orang tuanya mengucapkan terimakasih kepada Kepala, semua civitas MAN 1 Pangkalpinang dan kementerian agama juga kemendiknas beserta dinas pendidikan, dan semua pihak yang mendukung. "Kami dari pihak keluarga sangat berterimakasih atas pelayanan, khususnya pihak MAN 1 Pangkalpinang. Kami keluarga juga mohon maaf karena orang tua Daeng belum dapat mengucapkan terimakasih secara langsung. Karena ibunya baru melahirkan secara sesar, Jadi belum kuat untuk datang ke rumah sakit. Kami sangat terharu dan salut atas usaha keras tim dari Madrasah". Tutur paman Daeng Masita Asmarani.(MANSA PKP/TAN)

Berita Terbaru

>