Hasil UAMBN Sebagai Salah Satu Tolak Ukur Keberhasilan Guru


Keterangan Foto : Hisyamuddin saat memantau proses koreksi hasil UAMBN di Aula Kantor Kemenag Kota Pangkalpinang

bkgi-Pangkalpinang, Senin (16/04) Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) Tingkat Madrasah Ibtidaiyah yang diselenggarakan mulai tanggal 09 – 11 April 2018 yang lalu telah berakhir, namun perjuangan para siswa untuk jenjang ini masih belum berakhir, mereka masih harus dihadapkan lagi dengan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) yang dijadwalkan akan diselenggarakan pada akhir bulan ini dan Ujian Nasional (UN) pada bulan Mei mendatang.

Untuk mengetahui hasil yang dicapai para siswa dalam UAMBN tersebut, Kelompok Kerja Guru (KKG) Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang terdiri dari guru mata pelajaran dan masing-masing Kepala Sekolah sebagai koordinator dari 6 MI se-Kota Pangkalpinang yang terdiri dari MIN 1, MIN 2, MI Nahdlatul Ulama, MI AL Ikhsan, MI Baitul Muhtadin, dan MI Hidayatussalikin melakukan kegiatan koreksi hasil UAMBN di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang yang dihadiri oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah sekaligus Pembina KKG, Hisyamuddin, S.Pd.I.

Dalam kegiatan tersebut ada lima mata pelajaran UAMBN yang dikoreksi oleh Tim, antara lain Al Qur’an Hadist, Aqidah Akhlak, Fiqih, Bahasa Arab dan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Koreksi itu sendiri menggunakan sistem silang, dimana MI yang satu melakukan koreksi terhadap MI lainnya, begitu pula sebaliknya, sehingga diharapkan hasil yang didapatkan memang benar-benar objektif.

Dihadapan para koordinator dan anggota Tim KKG pada hari itu, Hisyamuddin mengatakan bahwa hasil UAMBN disamping merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan guru dalam menyampaikan pelajaran, juga sebagai tolak ukur pencapaian hasil belajar peserta didik pada akhir jenjang satuan pendidikan sesuai dengan standar kompetensi yang ditetapkan secara nasional.

“Saya berharap semua guru yang terlibat dalam koreksi hasil UAMBN ini dapat melakukan koreksi secara objektif agar hasil yang didapat benar-benar hasil murni jawaban siswa sehingga kita bisa mengukur sejauh mana keberhasilan kita dalam menyampaikan pelajaran dan sejauh mana keberhasilan para siswa dalam menyerap pelajaran yang disampaikan”, tutur Hisyamuddin.

Pada akhirnya beliau juga berharap agar hasil UAMBN yang didapat tahun ini ada peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya, begitu juga dengan hasil USBN dan UN mendatang. (gaga/01/SN)

Berita Terbaru

>