JELANG PELAKSANAAN MUNAQOSAH, PANITIA DAN TIM MUNAQIS LAKUKAN RAPAT KOORDINASI


Keterangan Foto : Drs.H.Paidi saat memberikan pengarahan kepada para panitia dan tim munaqis

bkgi, Pangkalpinang - Menjelang pelaksanaan kegiatan munaqosah yang akan digelar pada tanggal 17 dan 18 Maret mendatang, Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang melalui Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren selaku pelaksana kegiatan tersebut melakukan rapat koordinasi dengan para panitia dan tim munaqis yang terlibat dalam perhelatan tersebut di ruang kerja Kasubbag TU pada hari Senin, tanggal 12 Maret 2018.

        Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kantor, Drs.H.Paidi selaku penanggung jawab kegiatan dan dihadiri oleh seluruh panitia beserta tim munaqis. Dalam arahan singkatnya Paidi menghimbau agar dalam melakukan penilaian, tim munaqis selalu berpedoman pada standarisasi kompetensi munaqosah yang ada agar dapat menghasilkan wisudawan/wisudawati yang berkualitas. Beliau juga berharap agar seluruh panitia yang sudah ditunjuk dapat melakukan tugas dan kewajibannya dengan baik agar kegiatan tersebut dapat berjalan dengan lancar dan sukses.

        Dalam kesempatan itu Paidi juga mengharapkan agar Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren dapat memfasilitasi seluruh TPA/TPQ yang berada dibawah naungan Kemenag dalam mengikuti Peringatan Hari-hari Besar Islam (PHBI) yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah, agar selalu tercipta sinergi dan harmonisasi antara Kementerian Agama dengan Pemerintah Kota Pangkalpinang.

        Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Eyde Tusewijaya, SE.MM selaku Ketua Panitia Kegiatan tersebut mengatakan, rapat koordinasi tersebut bertujuan untuk melihat sejauh mana kesiapan panitia dan tim munaqis dalam menghadapi pelaksanaan munaqosah tersebut. Beliau juga mengungkapkan bahwa  pihaknya telah menyusun buku panduan pelaksanaan munaqosah yang memuat berbagai ketentuan yang bersifat teknis dan substantif, diharapkan buku panduan tersebut dapat menjadi acuan dan pedoman bagi panitia, penguji, peserta dan semua pihak yang terlibat dalam proses pelaksanaan munaqosah sehingga terjadi keseragaman dalam memahami dan melaksanakan ketentuan-ketentuan yang berkaitan dengan proses jalannya kegiatan dan perbedaan-perbedaan yang diakibatkan oleh keragaman pendapat pun dapat dihindari. (gaga/01/vie)

Berita Terbaru

>