Kakanwil Kemenag Bangka Belitung Menghadiri Acara Serah Terima Jabatan Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bangka Belitung

Ditulis oleh : inmas3 , Jumat , 12 Januari 2018 | 09:40:56 , Telah Dibaca 42


Bkgi,PANGKALPINANG-(12/01/2018) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dr.H.Muhammad Ridwan,MM, menghadiri Acara Serah Terima Jabatan Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bangka Belitung, di Hotel Novotel Pangkalpinang, pagi tadi.

Acara Serah Terima Jabatan Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bangka Belitung dari Bayu Martanto (pindah menjadi Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Jambi) diganti oleh Tantan Heoirika Sukam Darajat. Acara Serah Terima Jabatan ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Provinsi Bangka Belitung, Deputi Bank Indonesia, Anggota Dewan DPR RI dan DPD RI, Kapolda Babel, Ketua PTA Babel, Ketua PT Babel, Kakanwil Kemenag Bangka Belitung, Wakil Kepala Kejati, Kepala Danrem dan Danlal Babel, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Babel, Kepala Satuan Kerja se Kabupaten dan Kota, Ketua Tim Investigasi Daerah Babel, Asosiasi Pelaku Usaha dan Media Sosial se Bangka Belitung.

Wakil Gubernur Bangka Belitung, Bapak Drs. H. Abdul Fatah, M.Si, dalam sambutannya mengatakan bahwa Acara serah terima jabatan adalah merupakan keniscayaan, dari penugasan satu ke penugasan yang lain, dan itu  merupakan pengembangan pegawai dimanapun posisinya. Tidak bisa dielak karena sudah lazim pada suatu kepemimpinan ada yang datang dan ada yang pergi. Dan kali ini yang datang adalah Bapak Tantan, dan yang akan pergi adalah bapak Bayu Martanto. Sebelumnya kami mengucapkan terimakasih kepada Bapak Bayu karena setelah sekian tahun bersama Bangka Belitung membangun dan mengembangkan Provinsi Bangka Belitung ini. Dan kami juga menyampaikan Selamat Datang kepada Bapak Tantan Heorika yang hari ini resmi menjadi Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bangka Belitung. Kami sampaikan salam kepada Bapak Bayu dan Bapak Tantan. Salam ini adalah salam dari masyarakat Bangka Belitung sekaligus dari pemerintah Provinsi melalui untaian dan rangkaian kalimat sederhana ini,

Kepada Bapak Bayu Martanto dan isteri,

Membeli beras disawah lunto..

Beras dibuka dikayu menaruh..

Selamat bertugas pak Bayu Hartanto..

Semoga berkah dtempt yang baru..

 

Sedangkan untuk Bapak Tantan dan Isteri,

Tumbuh melintang pohon cempaka..

Bersusun lima pohon di hitung...

Selamat Datang Pak Tantan Heorika..

Kita bangun bersama Bangka Belitung..

Di akhir dengan pantun tersebut dan disambut dengan tepuk tangan dari seluruh undangan yang menghadiri acara tersebut, Wakil Gubernur Bangka Belitung mengakhiri pidatonya.

Selanjutnya, Deputi Gubernur Bank Indonesia yaitu Ibu Rosmaya Hadi, dalam sambutannya menyampaikan perasaan senangnya karena meskipun untuk yang pertama kalinya hadir di Bangka Belitung, namun beliau sangat menyukainya. “Saya untuk pertama kalinya di Bangka Belitung, luar biasa sekali, udaranya bagus dan bersih. Saya senang. Perekonomian di Bangka belitung juga luar biasa. Termakasih kepada semua yang sudah berkiprah untuk Bangka Belitung. Puji syukur kita kepada Allah karena kita semua bisa hadir dalam keadaan sehat di Acara serah terima jabatan ini.

Ibu Rosmaya mengatakan bahwa, perpindahan ini adalah suatu yang biasa. Pak bayu kurang lebih sudah hampir 3 tahun, dan biasanya system di Bank Indoensia kalau pegawainya sudah bertugas selama kurang lebih 3 tahun, maka di database kita langsung bunyi, BIP..BIP... (disambut dengan tawa oleh para hadirin), artinya sudah ada “signal” di system kita. Dan kenapa Pak Tantan namanya Tantan, karena ia orang sunda, sedangkan Kheoirika adalah konon katanya ibunya Pak Tantan suka dengan figur pahlawan. Demikian dijelaskan oleh Ibu Rosmaya memperkenalkan sosok Bapak Tantan, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bangka Belitung yang baru yang disambut dengan tawa oleh para hadirin.

“Bapak Ibu yang saya hormati, serah terima jabatan di lingkungan Bank Indonesia selalu ingin saya hadiri, karena saya ingin mengetahui apakah pimpinan baru oke ditempat yang baru dan antusias, dan yang paling penting apakah beliau membawa pasangannya. Ya, karena penting sekali untuk membawa pasangan. Karena kalau kita kemana-mana untuk bekerja keras tapi keluarga ditinggalkan jauh dimana, sepertinya ada yang kurang. Canda Ibu Rosmaya di sela pengarahannya kepada hadirin.

Lebih lanjut beliau juga mengatakan  bahwa telah ada catatan mengenai 3 isu utama yg perlu kita ketahui bersama yaitu, pertama, Sumber perekonomian baru akan muncul dan berasal dari negara maju dan berkembang, yang akan memainkan peran besar sebagai sumber perekonomian baru utk dunia. Kedua, harga komoditas yang lambat dan diperkirakan melambatnya  di Tahun 2018, dan ketiga adalah kenaikan suku bunga dunia. Pada tahun 2017, Amerika menaikkan suku bunga secara 3 kali. Ditahun ini kita perkirakan 2 kali, oleh karena itu kita harus waspada. Dan kenapa kita selalu melihat Amerika, karena sebagai suplay demand, kurs rupiah kita. Ibaratnya adalah misalnya di Pulau bangka ada pabrik beras (di jual dengan harga dolar), dan pada suatu ketika kita mengatakan akan menaikkan harga beras hanya belum pasti kapan waktunya. Maka yang terjadi adalah maka semua orang akan merespon statement kita dengan berbeda-beda. Ada yang segera membeli banyak untuk persediaan dan ada pula yang tidak meresponnya karena tak punya modal. Maka pemodal-pemodal yang ada juga akan mengambil langkah apakah kapital di kembalikan atau tetap saja. Tetap berusaha atau tidak.

Dan ada hal yang cukup membahagiakan kita semua bahwa, perekonomian domsestik kita release di Desember 2017 menunjukkan tekanan inflasi sebesar 3,61%. Lalu bagaimana dengan Bangka Belitung? Ternyata Bangka Belitung hanya 3,13%. Hebat sekali. (Para Hadirin bertepuk tangan). Turun drastis dibawah nasional. Saya ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang membuat upaya ini. Agar harga tidak melonjak dan  daya beli di masyarakat tetap terjangkau dan tidak naik secara signifikan. Namun untuk pertumbuhan ekonomi triwulan 3,  mengalami penurunan sebesar 5,06% secara nasional. Di Bangka Belitung mengalami penurunan di sebabkan terjadinya beberapa musibah seperti banjir, dan lain-lain.

Di akhir sambutannyanya, Ibu Rosmaya menyampaikan wejangan kepada Bapak Tantan. Pertama, agar Bapak Tantan mampu meneruskan dan meningkatkan kontribusi Bank Indoensia untuk Bangka Belitung. Luaskan waktu untuk melihat dan membantu wilayah mana potensi yang bisa kita dorong bersama pemegang kewenangan, sudah saaatnya Bank Indonesia meningkatkan sinergi dengan semua pihak yang berwenang. Kedua, BI harus mmpu memenuhi kebutuhan uang masyarakat dalam jumlah dan pecahan yang di inginkan dalam kondisi yang baik. Ketiga, BI harus berkomitmen mengembangkan potensi pengembangan sektoril, misalnya batik cual atau duriannya diapain begitu, dibikin makanan dan lain-lain, dan ini adalah tantangan untuk kita galakkan. Keempat, memegang teguh prinsip good governance. Disiplin pegawai, nilai-nilai pegawai di BI wujudkan, untuk mendukung program transformasi BI yang terus kita galakkan agar BI menjadi bank sentra kredible nasional.

Kami mengucapkan terimakasih kepada pihak yang sudah bersama kami selama ini, dan sehubungan dengan telah di sampaikan oleh Wakil Gubernur pantun, maka saya juga ingin menyampaikan pantun penutup untuk kita semua.

Borong apel di tanjung kelayang..

Beli alpukat sambil menunggu senja..

Dorong Babel agar terus berkembang..

Pasti masyarakat sejahtera dan bahagia...

(Vie)