Rakernas MUI Provinsi Bangka Belitung dengan Kakanwil Kemenag Bangka Belitung

Ditulis oleh : inmas3 , Jumat , 12 Januari 2018 | 01:08:33 , Telah Dibaca 26


bkgi,PANGKALPINANG-(11/01/2018) Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bangka Belitung, Dr.H.Muhammad Ridwan,MM, menghadiri undangan Acara Rapat Kerja Nasional Majelis Ulama Indonesia dan Rapat Kerja Nasional LPPOM MUI Tahun 2017, bertempat di Kantor MUI Provinsi Bangka Belitung, pagi tadi.

Rapat Kerja Nasional ini di selenggarakan dalam rangka Sosialiasi Hasil Rakornas Majelis Ulama Indonesia sekaligus Sosialiasi Sertifikasi Halal 7 Kabupaten dan Kota se Bangka Belitung. Dalam sambutannya, Bapak H. Muhammad Ridwan menyampaikan rasa terimakasih karena sudah diundang dan  berkesempatan untuk saling dialog dan sharing. Mengingat bahwa bulan ini memasuki bulan ke lima masa kepemimpinannya di Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bangka Belitung, dan masih dalam tahap menjajaki, belajar, melihat, mendengar dan sedikit demi sedikit melangkah. Di Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bangka Belitung, H. Muhammad Ridwan sudah melakukan pelantikan 2 kali, yaitu perputaran pejabat Eselon IV di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Bangka Belitung dan Pelantikan pergantian pejabat baru dalam rangka mengisi kekosongan jabatan. H. Muhammad Ridwan mengatakan bahwa dengan adanya 2 kali pelantikan di Kanwil Kementerian Agama Bangka Belitung berharap ada perubahan sistem dan mindset serta pelayanan di Kementerian Agama Provinsi Bngka Belitung. Karena Kementerian Agama ini merupakan tempat masyarakat meletakkan harapan agar para Aparatur Kementerian Agama dapat dapat berperan aktif dalam melayani masyarakat. Beliau berharap selama bertugas disini dapat merubah sesuatu yang kurang  baik menjadi baik dan bisa meneruskan sesuatu yang sudah baik.

Kakanwil Kementerian Agama mengatakan bahwa di awal perpindahan ke Bangka Belitung, beliau berkunjung kepada Gubenur Bangka Belitung dan beliau menyampaikan bahwa ada banyak permasalahan yang perlu dibantu oleh Kementerian Agama antara lain  masih berkembangnya akibat dari pernikah usia dini, lemahnya atau kurangnya tenaga guru mengaji di daerah-daerah. Dan ini adalah pekerjaan yang merupakan sayap dari tugas pokok kami. Tanggungjawab Kementerian Agama. Oleh karenanya dalam kegiatan Rakernas ini Kakanwil juga meminta kepada para peserta Rakernas untuk saling berbagi permasalahan dan ilmu agar dapat menjadi pencerahan bagi masyarakat Bangka Belitung.

Dalam Rapat Kerja Nasional tersebut dibahas tentang berita yang sempat viral dikalangan masyarakat tentang produk halal yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama, bagi yang mengerti hal ini mungkin tidak akan menjadi permasalahan namun akan berbeda bagi masyarakat yang tidak atau kurang memahami, sehingga seringkali menimbulkan polemik seolah-olah Kementerian Agama mengambil tugas MUI. Begitu juga permaslahan mengenai Dai dan khotib yang harus sertifikasi, dan madrasah swasta yang akan mengikuti UNBK.

Dari Rakornas ini juga disampaikan oleh peserta Rakernas kepada Kakanwil Kemenag Bangka Belitung, ucapan terimakasih atas perhatian dan yang sudah sangat support dalam hal mengalokasikan dana keagamaan untuk MUI. Jika tidak ada permasalahan administrasi kemenag pada Kabupaten maupun Kota pun bisa mengalokasikan itu, jika tidak bisa di 2018 insyaAllah semoga bisa direalisasikan di tahun 2019. Karena komunikasi dari Kementerian Agama dengan MUI sering terputus, dan lebih sering melakukan komunikasi dengan FKUB.  Kenapa hal ini bisa di singgung, karena masih ada beberapa masyarakat ingin diakui ke’tokoh’annya. Misalnya guru mengaji. Para penghulu (P3N) di daerah dulu sudah dihapus namun ketokohannya tetap di akui dan diberi gaji. Setiap desa ada penghulu namun bukan untuk menikahkan tapi untuk mengurus urusan keagamaan dan dibayar oleh pemda. Megenai guru mengaji bisa dialokasikan oleh pemda, dan semoga Kementerian Agama dan MUI sebagai fasilitator untuk pemerintah daerah dapat menyampaikan hal-hal yang membawa kebaikan bagi para tokoh yang membutuhkan kesejahteraan. (V1e)