Rapat Pencegahan potensi Konflik, Penanganan Konflik dan Penghentian Konflik Sosial di Kab. Belitung

Ditulis oleh : kemenagbelitung , Jumat , 13 Oktober 2017 | 00:54:13 , Telah Dibaca 43


bkgi, Tanjungpandan- Pada hari Senin tanggal 9 Oktober 2017 pukul 09.30 Wib  s.d 13.45 Wib dilaksanakan Rapat Pencegahan Konflik,Penanganan Konflik dan Penghentian Konflik yang bertempat di Ruang Rapat Bupati Belitung. Rapat tersebut dihadiri sebanyak 45 peserta terdiri dari Bupati Belitung ( Sahani Saleh ), Kapolres Belitung, Dandim Belitung, Ketua FKUB, Ketua MUI, Kepala Kesbangpol, Kementerian Agama yg diwakili oleh Penyelenggara Syariah yaitu  Drs.H.Huziadi Husin dan Kasi Bimas Islam Suyanto,S.Ag,Kepala Camat Di 5 Kecamataan Kab.Belitung, Kepala Dinas Terkait, Wartawan dan Tokoh Masyarakat yang Khusus diundang.

Adapun Susunan Acara Rapat  :

  1. Pembukaan
  2. Laporan Kesbangpol Pemda Belitung ( H.Ahyat AD,S.Ap)Sekaligus memimpin rapat
  3. Sambutan Bupati Belitung ( H.Sahani Saleh)
  4. Rapat Pembahasan terhadap 15 catatan yang dapat memicu konflik ditengah masyarakat Belitung
  5. Rumusan hasil rapat
  6. Pembacaan Doa ( Ketua PC.NU Kab.Belitung Drs.H.Huziadi Husin )
  7. Penutup

Dalam laporannya kepala kesbangpol menyatakan bahwa rapat ini merupakan laporan dari masyarakat dimana  sudah pernah dipertemukan  dan diadakan mediasi tapi belum sepenuhnya disepakati.Dalam Sambutannya Bupati Belitung menegaskan bahwa agar kita semua lebih tanggap dengan persoalan yang terjadi  dan jangan menunggu persoalan menjadi lebih besar, dan menerapkan aturan yang ada pelajari aturan dengan benar agar kita bisa mengambil sikap ataupun tindakan apa yang bersangkutan bersalah atau tidak jika ada yang melanggar maka harus diberikan sangsi yang tegas. Menurut Bupati Belitung untuk mencegah sedini mungkin agar tidak terjadi konflik tentu dengan tidak membiarkan masalah itu berlarut-larut, dan berharap semua pihak terkait dapat mengantisipasi berbagai permasalahan yang dapat menimbulkan konflik sosial.

Ketua FKUB dan Kantor Kementerian Agama akan terus memonitor perkembangan aliran Keagamaan dan tetap melakukan pembinaan dan permasalahan izin pembangunan rumah ibadah akan segera memanggil pengurusnya supaya secepatnya mengurus IMB  karena sudah dipermasalahkan oleh masyarakat.

Adapun pembahasan rapat tersebut antara lain :

1. Antisipasi keberadaan aliran Keagamaan dan kelompok keagamaan dalam agama tertentu khususnya aktifitas yang masuk faham radikalisasi, intolerasi dan terorisme.

2. Penertiban IMB Rumah Ibadah.  (Mely/AD1)