Merawat Kebaragaman, Memantapkan Keberagamaan, Tema Pentas PAI 2017 Banda ACeh

Ditulis oleh : inmas1 , Kamis , 12 Oktober 2017 | 03:55:27 , Telah Dibaca 78


(bkgi) Banda Aceh, Pentas  Keterampilan dan Seni Pendidikan  Agama Islam (Pentas PAI) Tingkat Nasional ke VIII  Tahun 2017 di Provinsi Aceh, dibuka secara resmi oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin.

Upacara Pembukaan Pentas PAI 2017 dilaksanakan di taman Shulthanah Shafiatuddin, Aceh, Senin (09/10) malam berlangsung meriah dengan penampilan tarian Peumulia Jamee, defile peserta dari 34 provinsi, dan pertunjukkan seni lainnya yang mengundang antusias ribuan masyarakat Aceh yang memadati area lokasi acara pembukaan sejak sore. 

Dalam sambutannya,  Menteri Agama Lukman Hakim mengatakan, Pentas PAI Tingkat Nasional tahun 2017 ini mengusung tema 'Merawat Keberagaman, Memantapkan Keberagamaan'" Tema ini sangat penting kita gelorakan, sebab pendidikan Islam bisa dikaitkan dengan karakteristik dengan Indonesia. Entitas keragaman dan keagamaan menjadi jati diri Indonesia," kata Lukman.

Menteri juga menjelaskan bahwa pergelaran Pentas PAI tersebut merupakan kebutuhan semua pihak.nKebutuhan bagi orang tua yang memiliki anak yang sedang duduk di bangku sekolah dasar hingga menangah atas untuk mengetahui pengetahuan, bakat minat, dan ketrampilan yang dimiliki oleh sang anak dalam pendidikan agama Islam.

Kebutuhan bagi para guru yang mengajar di sekolah untuk mengetahui tingkat capaian siswa, kebutuhan para pengambil dan pengatur pemerintah dan tantunya kebutuhan bagi semua  masayarakat Indonesia untuk mengetahui potensi yang dimiliki oleh generasai penerus bangsa, sehingga dapat mengangkat harkat dan martabat masa depan bangsa dan negara agar menjadi lebih baik.

Dalam kesempatan tersebut Menteri Agama, Lukman Hakim juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tngginya dan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya kepada para pihak yang turut serta menyukseskan ajang pentas PAI di Banda Aceh.

“Khususnya pada Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, para bupati dan walikota, seluruh DPRD dan DPR kabupaten/ Kota, dan seluruh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota seluruh Indonesia. Dan tentu pada seluruh masyarakat Aceh yang telah memberikan dukungan dan bantuan hingga pentas PAI Nasional ke VIII tahun ini bisa diselenggarakan,” katanya.

Sebelumnya Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf juga mengutarakan hal yang sama. Muslim merupakan mayoritas di Indonesia harus menjadi pelindung bagi yang minoritas dan ini memang ajaran yang telah dianut oleh Islam, yaitu Islam Rahmatan lil Alamin.

Gubernur Aceh tersebut juga menyampaikan terimakasih kepada Menteri Agama RI yang telah mempercayakan Aceh sebagai tuan rumah Event nasional tersebut.

Kantor Wilayah Kementerian Agama Bangka Belitung dalam even ini mengirimkan Tim yang berjumlah 55 Orang peserta dan official, dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Dr. H. Muhammad Ridwan, MM, Kabid Pakis Drs. H. Tumiran Ganefo, MH,  Kasubbag Humas dan Informasi Sugiyo, S.IP.,M.Si serta seluruh Kasi pada Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam. (G10)